Gelaran puncak Surabaya Green Force Run (GFR) 2026 sukses menghentak jalanan Kota Pahlawan pada Minggu, 28 Juni 2026.
Mengambil titik start dan finish di Monumen Tugu Pahlawan, ribuan pelari disuguhkan dengan atmosfer yang lebih menantang.
Dari sekian banyak pelari yang hadir di lintasan, kategori 5K berhasil melahirkan jajaran juara baru lewat perjuangan yang penuh kejutan.
Cerita dramatis pertama datang dari peraih podium ketiga kategori Men 5K 39 and Under, yakni Riyan Ardiyansyah.
Pelari asli Surabaya ini mengaku nyaris batal meramaikan lintasan GFR 2026 lantaran sempat didera cedera.
Bagi Riyan, mengamankan posisi ketiga di partisipasi pertamanya merupakan sebuah bonus yang tidak disangka-sangka karena ia sama sekali tidak memasang ekspektasi tinggi.
Ia memberikan apresiasi kepada pihak penyelenggara atas sterilisasi rute yang aman serta koordinasi flag off per kategori yang teratur.
Tak hanya itu, bisingnya gemuruh yel-yel dari setiap pos cheering juga diakuinya menjadi penyelamat saat staminanya mulai terkuras habis.
"Di kilometer terakhir itu adalah titik krisis, fisik sudah down dan sempat ragu bisa podium atau tidak. Tapi ternyata di sana banyak sekali yang nyemangati, rasanya langsung bangkit lagi dan termotivasi sampai garis finis. Proses verifikasi podiumnya juga enak dan tidak keteteran. Event ini bikin nagih, jadi saya usahakan pasti ikut lagi di Green Force Run tahun depan," tutup Riyan dengan senyum lebar.
Baca Juga: Para Pemompa Semangat Surabaya Green Force Run 2026
Selain Riyan, kejutan manis lainnya juga datang dari sektor putri, yakni Ameli Yadewi Wulandari. Pelari asal Bojonegoro ini sukses mengamankan podium pertama di kategori Women 5K 39 and Under.
.jpg)
Ameli Yadewi Wulandari (paling kiri) saat sesi awarding Best Five kategori Women 5K 39 and under GFR 2026
Kemenangan ini terasa luar biasa mengingat kondisi fisiknya yang sebenarnya sedang kurang fit menjelang hari perlombaan.
Tidak hanya itu, Ameli juga baru saja menyelesaikan kompetisi lari lain di Jombang pada malam hari sebelum GFR dimulai.
"Rasanya senang sekali. Sebenarnya saya tidak memasang target apa pun untuk naik podium di sini karena kondisi badan sedang kurang fit. Kurang persiapan juga, beberapa hari ini agak enak badan, ditambah semalam habis ikut event lari di Jombang dan alhamdulillah podium juga. Pagi ini langsung lanjut lari di Surabaya dan ternyata bisa dapat podium pertama," ungkap Ameli penuh syukur.
Baca Juga: Lanny Silvia dan Epipania Julianti Tak Menyangka Naik Podium GFR 2026
Senada dengan Riyan, Ameli juga memuji barisan penonton di sepanjang rute. "Pos cheering-nya seru banget, bikin langkah lari saya jadi jauh lebih bersemangat. Tahun depan pasti ikut lagi dan targetnya tentu podium lagi," tambahnya.
Kesuksesan para pelari mematahkan keterbatasan fisik hingga cedera di kategori 5K ini menjadi bukti bahwa GFR 2026 tidak hanya menyuguhkan keindahan panorama ikonik Kota Surabaya, tetapi juga ruang magis yang mampu membakar kembali semangat juang para atletnya hingga ke garis finis.
So, sampai jumpa di rute penuh kejutan Green Force Run tahun depan! (kik)