Momen Mukhammad Makhfudh memegang medali finisher di Tugu Pahlawan setelah menyelesaikan Surabaya Green Force Run 2026 (Foto: Dokumentasi pribadi Mukhammad Makhfudh)

Tidak Pernah Absen GFR, Pelari Ini Pasang Target Ambisius untuk Tahun Depan

Lima kali ikut, lima kali finis. Mukhammad Makhfudh merupakan salah satu pelari yang rutin menaklukkan Surabaya Green Force Run (GFR) sejak ajang ini pertama kali digelar pada 2020 lalu.

Tugu Pahlawan jadi saksi bisu terhadap prestasi Cubluk -sapaan akrabnya- tahun ini. Pria berusia 30 tahun itu berhasil mencapai garis finis kategori 5K dengan catatan waktu 58 menit 36 detik. 

Itu merupakan rekor terbaiknya dalam 2 tahun terakhir. Di edisi 2025, Cubluk membutuhkan waktu 59 menit 48 detik. Pada tahun sebelumnya, catatannya 1 jam 55 detik.

Fasilitas dan kemeriahan Surabaya GFR setiap tahunnya tidak pernah gagal untuk mendorong Cubluk datang jauh-jauh dari Dusun Jogodayoh, Kabupaten Mojokerto, ke event lari yang sekaligus jadi perayaan ulang tahun Persebaya Surabaya dan Kota Surabaya ini.

“Kemajuan Surabaya GFR jujur best banget mulai dari Marshal dan Water Station. Pengamanan jalannya juga gak amburadul. Medalinya gak bikin bosan. Ada aja gebrakannya!” ujar Cubluk.

Baca juga: Musim Panen Berlanjut untuk "Kijang-kijang" Kenya di Green Force Run 2026

Lebih lanjut, biaya yang terjangkau juga menjadi daya tarik tersendiri bagi Cubluk. “Saya sangat suka running. Lama-lama enjoy ikut Surabaya GFR apalagi sponsornya banyak dan dengan harga segitu worth it banget,” tegasnya.

Setelah konsisten memakai nomor BIB kategori 5K, kini pria kelahiran tahun 1996 ingin mencoba sesuatu yang baru dan menantang. “Tahun depan saya sudah memastikan akan mengambil 21K,” kata Cubluk.

Mukhammad Makhfudh

Aksi Mukhammad Makhfudh di Surabaya Green Force Run dari tahun ke tahun (Foto: Dokumentasi pribadi Mukhammad Makhfudh)

Ya, Cubluk sudah mantap untuk memijakkan kaki di lintasan Half Marathon (HM) Surabaya GFR 2027. Event lari dengan rute HM yang telah diverifikasi oleh Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) ini akan menjadi wadah pertama baginya untuk keluar dari zona nyaman.

Cubluk pun sudah mempersiapkan fisiknya mulai dari sekarang. Sebagai calon debutan HM, ia merasa perlu untuk melakukan itu dari jauh hari. 

“Sudah latihan step by step. Saya menjadwalkan seperti dalam seminggu pertama lari 5 kilometer sekitar dua sampai tiga kali. Itu nanti akan bertahap sampai akhirnya biasa untuk long run,” tuturnya yang ingin finish strong di gelaran Surabaya GFR tahun depan.

Baca juga: Usia Tak Membatasi Langkah di Half Marathon Surabaya Green Force Run 2026

Selain itu, Cubluk juga akan menerapkan strategi ampuh yang telah ia pakai selama 6 tahun terakhir, yaitu mengupayakan waktu istirahat yang cukup, carbo loading, serta mengonsumsi gel energi.

Lari mengajarkan banyak hal dalam hidup Cubluk. Berkat olahraga ini, ia berhasil menjadi pribadi yang lebih disiplin. “Kan dalam race marathon juga ada batas waktu (cut-off time), jadi harus tepat waktu,” sebutnya.

Manfaat yang Cubluk rasakan dari olahraga lari juga tidak kalah penting. “Saya suka lari pertama karena bagus untuk kesehatan, kedua bisa bersosialisasi jadi punya banyak teman baru,” tutupnya.

Tren sempurna Cubluk di Surabaya GFR ia dedikasikan untuk dirinya sendiri yang sudah mau berjuang tanpa ada kata menyerah. Selamat mengasah diri untuk menamatkan rute HM di gelaran tahun depan! (cle)

Baca juga: Aji Alim Pertahankan Podium 2 Kategori 10K Men 40 And Up di Green Force Run 2026