Ketika langkah kaki mulai terasa berat, rasa lelah mulai membayangi, para pelari Surabaya Green Force Run 2026 selalu bisa mengandalkan suntikan semangat dari warga di sepanjang jalur. Sejumlah sajian atraksi pun disiapkan oleh panitia GFR 2026 untuk meringankan langkah kaki para pelari.
Bukan Green Force Run kalau cheering-nya nggak meriah. Sejak beberapa penyelenggaraan sebelumnya, Green Force Run memang terkenal dengan cheering zone yang banyak.
Meriah. Ramai. Di Jalan Tembaan, sekelompok ibu-ibu sudah menanti para pelari sejak pagi. Kebetulan daerah tersebut dilewati oleh seluruh kategori peserta Green Force Run 2026. “Ayo, tambah lagi semangatnya,” ujar seorang ibu sambil membawa papan bertuliskan yel-yel penyemangat.
Keterlibatan ibu-ibu di titik cheering zone GFR 2026 jadi bukti bahwa acara tersebut bukan hanya untuk para pelari yang datang saja. Melainkan juga untuk seluruh warga Surabaya. Keterlibatan ini jadi bentuk kolaborasi GFR, Surabaya, dan masyarakat setempat.
Tak hanya itu, di Jalan Basuki Rachmat, kelompok orkestra sudah bersiap sejak pagi. Tak peduli satu atau dua pelari yang melintas, mereka tetap melantunkan madah-madah semangat yang keluar dari alat musik yang dibunyikan.
Beberapa pelari pun berhenti untuk sekadar menikmati suara merdu kelompok orkestra tersebut. Berhenti sejenak, menikmati para pemompa semangat beraksi. Lalu kembali melanjutkan perjuangan.

Nah, pada kilometer-kilometer kritis, panitia GFR 2026 juga menyiapkan cheering zone yang tak kalah heboh. Di kilometer 18 untuk kategori Half Marathon dan kilometer 7 untuk kategori 10K, sekelompok remaja Arab memainkan Hadrah. Sebuah kesenian musik Islam yang menampilkan musik dan nyanyian. Suara musiknya menjadi teman para pelari yang melintas.
“Seru banget. Awal-awal ketemu paduan suara. Akhir-akhir ketemu remaja masjid sambil Hadrah gitu hahahaha,” ujar Ignatius Oktavian, peserta kategori Half Marathon di GFR 2026.

"Ada yang cheering itu jadi tambahan semangat para pelari banget. Apalagi ditempatkan di kilometer-kilometer akhir. Jadi adrenalinnya semakin naik buat segera menyelesaikan race," sambungnya.

Di kawasan Pecinan beda lagi. Panitia GFR 2026 menghadirkan atraksi barongsai yang ada di Jembatan Merah. Ada juga beberapa maskot tim-tim SMA yang bertanding di DBL Surabaya ikut menjadi pemandu sorak di GFR 2026.
“Aku kaget kalau ada maskotnya anak-anak SMA yang biasa ikut DBL. Sangar sih ini. Terus ada juga ibu-ibu ikut cheering,” ungkap Alvian Aula, peserta kategori 5K di GFR 2026.
Anak-anak suporter SMA pun juga menjadi pemompa semangat para pelari. Fenomena ini sesuai dengan semangat “Lebih dari Lari” yang digaungkan GFR 2026. Bukti bahwa ajang tersebut menyatukan semua elemen yang ada di Surabaya.