Dua pelari perempuan asal Kenya terpantau ngebut di GFR 2026

Musim Panen Berlanjut untuk "Kijang-kijang" Kenya di Green Force Run 2026

Bagi para pelari jarak jauh asal Kenya, lomba lari di Indonesia atau khususnya di Surabaya seperti ladang emas. Mereka datang dengan ambisi berburu hadiah dan pulang dengan mendominasi podium pemenang. Wajar jika mereka selalu kembali setiap tahunnya.

Seperti di Surabaya Green Force Run 2026 contohnya. Sejak penyelenggaraan tahun 2024, pelari asal Kenya selalu menjadi yang tercepat di kategori Half Marathon. Dan selalu kembali di tahun-tahun berikutnya. Dennis Isika dua kali menjadi finisher tercepat di kategori Half Marathon GFR (2024 dan 2025). 

Pun demikian di kategori putri. Jackline Nzivo selalu jadi yang tercepat. Musim panen terasa semakin dekat bagi “Kijang-kijang Kenya”, julukan bagi mereka yang punya kaki panjang, di Surabaya Green Force Run 2026. Ada empat pelari Kenya yang terdaftar sebagai peserta Surabaya Green Force Run 2026. Dua di antaranya adalah Dennis Isika dan Jackline Nzivo. Dua lainnya adalah penantang baru, Thomas Kipkorir dan Mercy Kigen.

Kompetisi antara sesama pelari Kenya menarik untuk disaksikan. Mereka memang berasal dari satu negara, bisa saja berlatih bersama. Urusan juara adalah hal berbeda. Thomas Kipkorir menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 1 jam 14 menit 3 detik. Thomas berhasil memecahkan course record Half Marathon di Green Force Run. Rekor yang sebelumnya dipegang oleh Dennis Isika. Di belakangnya adalah Dennis Isika yang finis dengan catatan waktu 1 jam 15 menit 40 detik.

Persaingan di sektor putri tak kalah seru. Mercy Kigen menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 1 jam 27 menit 42 detik. Jackline Nvivo menyusul dengan catatan waktu 1 jam 32 menit 16 detik.

Sebaran pelari-pelari asing di penyelenggaraan kelima Surabaya Green Force Run sedikit lebih merata. Ada sepuluh pelari asing yang mengikuti Green Force Run 2026. Lebih merata. Penguasanya tetap kijang-kijang Kenya.

Adapun persaingan untuk para pelari Indonesia juga nggak kalah menarik. Lanny Silvia menjadi pelari perempuan tercepat ketiga di kategori Half Marathon. Lanny terpaut 10 menit dari catatan waktu Jackline. Dia finis dengan catatan waktu 1 jam 42 menit 47 detik.

Baca juga: Usia Tak Membatasi Langkah di Half Marathon Surabaya Green Force Run 2026

Ada enam pelari perempuan asal Indonesia yang berhasil menyelesaikan rute Half Marathon dengan catatan waktu di bawah dua jam! Urutan ketiga di sektor putra, ada nama Jefri Angga yang berhasil finis 1 jam 16 menit 57 detik. Ia terpaut satu menit dari Dennis Isika! Bahkan, Jefri Angga sempat terpantau sejajar dengan Dennis dan Thomas di lima kilometer awal.

Ada 72 pelari asal Indonesia yang berhasil menamatkan rute Half Marathon di bawah waktu dua jam. Ngebut. Itu gambaran Surabaya Green Force Run 2026. Banyak pelari juga berhasil mencetak catatan waktu terbaiknya. Surabaya Green Force Run berhasil memberikan atmosfer baru. Esensi lomba adalah beradu cepat. Sisi kompetitif tersebut sudah terlihat pada beberapa tahun terakhir dan semakin semarak kali ini. Sampai ketemu lagi tahun depan, runners!