Suasana start Surabaya Green Force Run 2026, di Tugu Pahlawan Surabaya, pada Minggu, 28 Juni 2026

Mengusung Semangat Lebih dari Lari, Surabaya Green Force Run 2026 Dimulai!

Surabaya Green Force Run 2026 resmi diselenggarakan pada Minggu pagi, 28 Juni 2026. Hampir 6.000 pelari memadati area start di Tugu Pahlawan, Surabaya, dengan semangat untuk menaklukkan rute masing-masing.

Kategori 5K menjadi yang paling ramai sekitar 2.300 peserta, disusul kategori 10K dengan sekitar 1.500 pelari, kategori tertinggi yaitu Half Marathon, diikuti oleh hampir 600 peserta. Ada juga kategori Family Run yang diikuti oleh banyak keluarga asal Surabaya dan Jawa Timur. 

Menariknya, antusiasme ini tidak hanya datang dari dalam negeri. Ada 28 pelari mancanegara dari 9 negara yang ikut ambil bagian, termasuk pelari dari Kenya, Prancis, hingga Italia yang memang rutin berpartisipasi di setiap gelaran Green Force Run.

Untuk memanjakan para peserta, rute lari tahun ini dirancang melewati berbagai bangunan ikonik di pusat Kota Surabaya. Para pelari dibawa melintasi kawasan bersejarah seperti Jalan Tunjungan dan Jalan Darmo, serta Jalan Embong Malang yang menjadi favorit para wisatawan. Tidak hanya itu, jalur race juga melewati Klenteng Hok An Kiong, salah satu cagar budaya dan tempat ibadah Tionghoa tertua di Surabaya.

Suasana menjelang start juga sudah terasa sangat hidup sejak subuh. Presiden Persebaya, Azrul Ananda, hadir langsung untuk melepas para peserta kategori Half Marathon dan 10K. "Terima kasih untuk yang sudah mengikuti event lari ini, selamat menikmati berlari di Surabaya," kata Azrul Ananda sesaat sebelum melepas pelari Half Marathon.

Baca Juga: Gendut Berlari sampai Bimo Anindya Bakal Nemenin Kalian Tuntaskan GFR 2026!

Beberapa pelari bahkan sudah menunjukkan persiapannya sejak pagi buta. Salah satunya Aditya Prima Dhaniswara yang turun di kategori 10K. Sambil melakukan pemanasan, ia menceritakan persiapannya.

"Semoga bisa sampai finis dengan lancar. Sudah latihan endurance, paling hanya 5-6 km seminggu dua sampai tiga kali. Yang penting bisa finis tanpa cedera," ujarnya.

Ambisi yang lebih besar dibawa oleh Dimas Bagus Satrioaji yang tampil di kategori Half Marathon. Bagi pegiat lari ini, Surabaya Green Force Run merupakan event 21K keduanya di tahun 2026, dan ia mengincar Personal Best. 

Baca Juga: Dari Grafir Medali hingga Pos Fisio, Race Village GFR 2026 Siap Manjakan Pelari

"Di event sebelumnya, saya bisa finis di angka 2 jam 35 menit. Di Surabaya Green Force Run ini, semoga saya bisa finis di bawah 2 jam," kata Dimas optimis.

Semangat yang dibawa oleh Aditya dan Dimas ini sejalan dengan tema utama tahun ini, yaitu "Lebih dari Lari". Tema tersebut menegaskan bahwa Surabaya Green Force Run bukan sekadar ajang kompetisi lari, tetapi juga menjadi ruang perayaan kota, komunitas, serta gaya hidup sehat masyarakat Surabaya. Melalui event ini, peserta diajak menikmati wajah Surabaya yang kaya sejarah, budaya, hingga perkembangan kotanya melalui pengalaman berlari.

Surabaya Green Force Run telah memasuki edisi kelimanya. Sejak pertama kali digelar pada tahun 2020 lalu, ajang ini sempat rehat sejenak akibat pandemi Covid-19, sebelum akhirnya kembali bergulir sukses pada 2023, dan kini menjadi salah satu agenda lari yang paling dinanti di Surabaya.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Surabaya Green Force Run juga menghadirkan berbagai aktivasi komunitas, hiburan, serta area festival di kawasan finis yang menjadi ruang berkumpul bagi peserta, keluarga, dan masyarakat umum. Konsep tersebut memperkuat semangat bahwa Surabaya Green Force Run merupakan perayaan bersama yang menghubungkan olahraga, komunitas, dan identitas Kota Surabaya. (jga)