Tak hanya mengundang antusiasme masyarakat umum, Surabaya Green Force Run (GFR) 2026 juga menjadi magnet bagi deretan content creator yang aktif membagikan aktivitas lari di media sosial.
Menariknya, kehadiran mereka turut menjadi kesempatan langka bagi para penggemar untuk bertemu langsung dengan sosok-sosok yang selama ini hanya bisa disaksikan lewat layar ponsel.
Bagi para penikmat lari, kalian mungkin sudah tidak asing dengan Gendut Berlari. Selama ini, figur yang memiliki nama asli Topik Sudirman itu memang kerap mengajak para followers, khususnya yang bertubuh besar, untuk aktif berlari.
Setelah menempuh perjalanan dari kota asalnya yang berlokasi di Solo, Topik tiba di Kota Pahlawan pada Jumat malam, 26 Juni 2026. Keesokan harinya, ia langsung bertolak ke GOR Pancasila untuk mengikuti rangkaian Race Pack Collection (RPC) sebelum berpartisipasi dalam kategori Half Marathon.
“Jujur, ini RPC-nya rapi. Peserta bisa dilihatin rute dari race-nya dulu. Terus, sponsor-sponsornya juga josjis semua, ada EJ Sport, Kapal Api, Indomie. Semoga aja di WS (water station) ada Indomie, hahaha,” ungkapnya sembari diselingi tawa.
Baca Juga: Dari Komunitas Malang hingga Pekerja PLN, Semuanya Siap Taklukkan GFR 2026

Potret Gendut Berlari saat mendatangi rangkaian Race Pack Collection (RPC) Surabaya Green Force Run (GFR) 2026
Lebih lanjut, ia turut memuji adanya medical check-up dari Mayapada Hospital. Dengan begitu, seluruh runners bisa mengetahui kondisi kesehatan masing-masing sebelum menjalani race daya pada Minggu, 28 Juni nanti.
Baginya, ini merupakan pengalaman kedua mengunjungi Surabaya untuk sebuah event lari. Namun, ia mengaku masih harus beradaptasi dengan suhu Kota Pahlawan yang cukup terik dibandingkan daerah asalnya.
“Menurutku, cooling dan minum air putih jangan sampai telat. Semoga saja WS-nya melimpah dan yang penting bisa under COT (cut off time) saja, enggak ada target tertentu karena sebagai warga Solo, saya mau menikmati Surabaya melalui berlari dengan Green Force Run,” tuturnya.
Selain itu, ada pula Bimo Anindya yang datang jauh dari Jakarta. Kali ini, ia berkesempatan untuk ikut meramaikan kategori 10K. Berbeda dari Topik, partisipasinya di GFR 2026 menjadi pengalaman perdana mengikuti event lari di Surabaya.
“Sangat excited. Sebagai pelari, yang bikin penasaran jelas rutenya karena belum pernah lari di Surabaya. Kedua, pasti penasaran sama kulinernya karena kan harus carbo loading. So far, baru nyoba soto dan rawon,” ceritanya.
Berbagai ajang lari jelas sudah pernah dijajalnya. Meski begitu, ia memilih untuk tidak membebani diri dengan pencapaian tertentu di GFR 2026. Menurutnya, tujuan utama adalah ingin menikmati setiap kilometer dan mengakhiri lomba dengan kondisi terbaik.
“Buat teman-teman yang lari di GFR juga, semangat. Jangan lupa finish strong dan tidak perlu teburu-buru. Nikmati setiap race yang ada dan pulang ke rumah dengan selamat,” ujar Bimo.
Baca Juga: Terbang dari Makassar, Ayah-Anak Wujudkan Mimpi Bertemu Pemain Persebaya di GFR

Potret Tulip Plontos saat mendatangi rangkaian Race Pack Collection (RPC) Surabaya Green Force Run (GFR) 2026
Hal serupa turut disampaikan oleh sosok Tulip Plontos yang lebih dikenal lewat akun media sosialnya, Tulipoi. Meski berdomisili di Malang, Surabaya Green Force Run (GFR) 2026 menjadi ajang pertamanya merasakan atmosfer lomba lari di Kota Pahlawan.
Terbiasa dengan udara Malang yang lebih sejuk, Tulip mengakui suhu panas Surabaya menjadi tantangan yang harus dihadapi jelang race di kategori 10K. Meski begitu, hal tersebut tak mengurangi antusiasmenya. Ia justru tak sabar merasakan langsung semarak GFR 2026 sekaligus melihat euforia para pelari yang memadati Kota Pahlawan.
“Pasti bakal meriah. Ora usah persiapan, wis cukup caring ndek Surabaya ae. Targetku yo mek ngancani bojoku, dadi gak ngoyoh-ngoyoh,” jelasnya.
Tulip juga berharap penyelenggaraan GFR 2026 dapat berjalan lancar dan terus menjadi agenda tahunan yang dinantikan para pecinta lari di masa mendatang. (Alf)