Keseruan football clinic bareng Persebaya Academy di Race Pack Collection Green Force Run 2026

Football Clinic Bareng Persebaya Academy Warnai Keseruan RPC Green Force Run

Race Pack Collection (RPC) Surabaya Green Force Run (GFR) 2026 menghadirkan pengalaman yang lebih dari sekadar pengambilan perlengkapan lari. Beragam kegiatan interaktif turut disuguhkan untuk menyambut para peserta. 

Salah satunya, Indomie Football Clinic with Persebaya Academy yang berlangsung di Lapangan Thor, Jumat, 26 Juni 2026. Sebagaimana diketahui, Persebaya Academy hadir sebagai akademi sepak bola resmi dari klub Persebaya. 

Di sini, para siswa memperoleh pengalaman baru melalui WANI Football Curriculum. Sebuah program yang bukan hanya melatih kemampuan mengolah si kulit bundar. Melainkan, mereka pun diajak untuk mengasah character development sekaligus membiasakan pola hidup sehat sejak usia dini. 

Nilai-nilai itulah yang turut menjadi fokus utama selama Indomie Football Clinic with Persebaya Academy berlangsung. Program ini terbuka luas bagi anak-anak usia 6 hingga 15 tahun. 

Baca Juga: Selamat Bertugas! Yuk Kenalan Sama Pacer Surabaya Green Force Run 2026

Persebaya Academy Green Force Run

Robertino Pugliara selaku Head Coach sekaligus Football Director Persebaya Academy menjelaskan bahwa materi coaching disesuaikan berdasarkan kelompok usia. Karena itu, para peserta dibagi ke dalam dua kategori dengan fokus pembelajaran yang berbeda.

”Untuk mereka yang lebih kecil, kami lebih banyak ajarkan estafet, gerakan, speed, dan koordinasi karena itu yang paling penting untuk mereka. Lalu di usia yang lebih dewasa, belajar kontrol, scanning, bagaimana mereka harus tahu kalau didekati lawan,” ungkap Robertino. 

Bukan tanpa alasan. Klasifikasi usia tersebut begitu penting dalam proses pembelajaran. Sebab, peserta yang lebih muda perlu membangun pemahaman dasar terlebih dahulu sebelum diarahkan untuk mempelajari teknik yang lebih kompleks. 

Lebih lanjut, adanya football clinic dari Persebaya Academy turut menjadi langkah yang baik untuk mencari bibit-bibit terbaik bagi dunia sepak bola Indonesia. 

“Saya lihat ada banyak potensi, apalagi dengan adanya EPA (Elite Pro Academy). Pasti terlihat progresnya dalam beberapa tahun ke depan, ditambah ada akademi seperti Persebaya Academy,” tutur Robertino. 

Namun, menurut Robertino, proses pembinaan tidak cukup hanya pada di sesi latihan. Para pemain muda juga membutuhkan panggung kompetitif untuk menguji kemampuan secara langsung di lapangan. (alf)

Baca Juga: Deretan Pelari Tertua di GFR 2026, Apa Motivasi Mereka?