Pelari kategori Half Marathon melintas di salah satu ikon Surabaya, Tugu Bambu Runcing

Usia Tak Membatasi Langkah di Half Marathon Surabaya Green Force Run 2026

Jarak 21,0975 kilometer adalah jarak yang patut kita hormati dengan persiapan yang matang. Selain membutuhkan pengorbanan, pelari juga perlu ketekunan dan tekad yang luar biasa untuk menyelesaikannya. Baik untuk menyelesaikan setiap sesi latihan maupun menuntaskan perlombaan. Untuk siapa saja yang berhasil melatih diri demi meraih hasil terbiaik di Surabaya Green Force Run 2026, selamat. Selamat atas tekad yang telah tercapai dan atas langkah kaki yang sukses menjemput kejayaan.

Semangat “Lebih dari Lari” yang digaungkan oleh Surabaya Green Force Run 2026 adalah bukti bahwa olahraga lari begitu inklusif. Buktinya ada 11 pelari yang berusia 60 tahun ke atas dan  mendaftar di kategori Half Marathon. Sebanyak 9 dari 11 pelari tersebut berhasil finis. Bahkan beberapa dari mereka berhasil menyelesaikannya dengan catatan waktu yang mengesankan.

Contohnya adalah Bambang Pariketan, pelari yang berusia 69 tahun asal Trenggalek. Bambang sukses menyelesaikan perlombaan dengan catatan waktu 2 jam 26 menit. Berlari Half Marathon dengan waktu kurang dari tiga jam di usia yang tak lagi mudah. Kecepatan Bambang pun berada di angka 6:57 menit/km. Cepat. Ia lebih cepat dari pelari-pelari yang usianya lebih muda ketimbang dirinya. Selanjutnya ada Akhmad Ikhsan dari Pacitan. Ia finis dengan catatan waktu 2 jam 32 menit di usia 62 tahun. Ada pula Basuki Pratanu yang finis dengan catatan waktu 2 jam 47 menit di usia 60 tahun

 Hari Prasetyohadi, pelari berusia 61 tahun,  menutup daftar “pelari kelas berat” yang finis di bawah tiga jam. Hadi tiba di garis finis dengan catatan 2 jam 57 menit.

Nah, ada lima pelari berusia 60 tahun ke atas yang berhasil finis di atas tiga jam. Ini masih mengesankan menurut kami, mengingat usia dan perjuangan menyelesaikan rute yang tak mudah.

Pertama ada Margie Myoko, pelari perempuan berusia 62 tahun yang finis dengan catatan 3 jam 2 menit. Lalu ada Arief Affandi, pelari berusia 64 tahun, berhasil finis dengan catatan 3 jam 8 menit. Di belakangya ada Bambang Sularso, pelari berusia 62 tahun yang finis 3 jam 10 menit.  Selanjutnya ada Ang Theo Hindrawan, pelari berusia 62 tahun yang juga finis tepat setelah Bambang Sularso ( 3 jam 10 menit 28 detik). Ada Ronny Amang, pelari berusia 66 tahun, yang finis ketika waktu cut off time tersisa delapan menit (3 jam 22 menit).

Berhasil menyelesaikan rute sejauh 21,0975 kilometer bukan hal mudah. Pelari-pelari kelas berat ini bukan hanya sukses meraih kejayaan. Mereka juga menang atas diri sendiri.  Garis finis adalah saksi perjuangan dan dedikasi. Serta api semangat yang tak pernah padam untuk berlari. Selamat!