Kenapa Gel Energi Penting untuk Pelari?

Semakin populernya lari yang menjadi gaya hidup di masyarakat, lari jarak jauh juga mulai digemari. Khususnya di beberapa perlombaan, slot kategori lari jarak jauh seperti Marathon, Half Marathon, sampai kategori 10K selalu lebih dulu terisi penuh ketimbang kategori-kategori di bawahnya. 

Lari jarak jauh memang menawarkan sebuah keseruan yang menantang, Bisa mengeluarkan euforia (runner's high), kebahagiaan intens dan medali setelah finis. Ada satu hal yang perlu disiapkan untuk memulai lari jarak jauh.

Adalah mengantisipasi kehabisan tenaga di tengah perjalanan. Biasanya, para pelari mulai kehabisan tenaga di kilometer-kilometer kritis atau menjelang garis finis. Tanda-tandanya ada beragam, salah satunya adalah mulai merasakan kram di beberapa bagian tubuh.

Mengalami hal tersebut menjelang finis jelas membuat para pelari gagal untuk finish strong. Tanda-tanda kehabisan energi saat berlari jarak jauh sejatinya bisa dicegah. Salah satunya adalah dengan mengenal dan memahami energi gel.

Ya, energi gel bisa menjadi jawaban para pelari untuk mengantisipasi kehabisan tenaga di tengah-tengah perjalanan. Dalam Marathon Handbook, gel energi dikenal sebagai salah satu sumber gula sederhana atau karbohidrat yang biasanya merupakan campuran glukosa dan fruktosa.

Nah, karena  karbohidrat dalam gel energi ini merupakan gula sederhana, proses pencernaan yang diperlukan sangat sedikit sebelum gula memasuki aliran darah sebagai glukosa yang dapat digunakan.

“Gel energi ini cepat diolah oleh tubuh karena dirancang untuk menyediakan energi instan kan, untuk orang-orang yang berlari dengan intensitas tinggi (endurance), gel energi ini penting buat membantu mereka,” ungkap dr. Pratama Wicaksana Wijaya, Sp.KO, medical advisor Green Force Run.

Salah satu gel energi yang disarankan oleh dr. Tommy -sapaan karibnya- adalah gel yang memiliki kandungan sekitar 30 sampai 35 karbohidrat. Hal tersebut juga perlu disesuiakan kembali oleh intensitas para pelari yang bukan hanya soal jarak melainkan juga perihal durasi.

“Dalam satu jam berlari, para pelari itu butuh 60 sampai 90 karbohidrat yang menjadi bahan bakarnya. Dan rekomendasi penggunaan gel energi ini setiap 30 menit. Maka dari itu pelari yang berlari dengan durasi satu jam dianjurkan membawa dua sampai tiga energi gel,” ujarnya.

EJ Sport adalah gel energi yang dirancang untuk meningkatkan stamina serta menunda kelelahan otot saat berolahraga.

Kandungan karbohidrat dalam satu gel EJ Sport adalah 35 gram, “EJ Sport ini kan kandungannya 30 sampai 35 karbohidrat, sedikit mempermudah hitung-hitungan strategi penggunaan gel,” imbuhnya.

Jika para pelari berlari dengan durasi satu jam maka mereka membutuhkan 60 sampai 90 karbohidrat tambahan. Pembagiannya bisa menyesuaikan dengan strategi para pelari, “Bisa dikonsumsi tiap 30 menit atau ada juga pelari yang langsung mengonsumsi sebelum race,” terangnya.

Kegunaan energi gel ini juga populer di kalangan pelari-pelari dengan intensitas tinggi (endurance). Karena ketika berlari, tubuh memerlukan dua sumber energi lewat lemak dan karbohidrat. 

Akan tetapi, saaat menempuh jarak jauh dan aktivitas fisik yang berkepanjangan, tubuh bergantung pada karbohidrat sebagai sumber energi dan disimpan dalam bentuk glikogen.

Masalahnya, cadangan glikogen terbatas dan mulai menipis selama durasi yang panjang atau lama. Ini yang bisa membuat performa terganggu dan gel energi dapat membantu para pelari utamanya saat mereka balapan. Itulah mengapa gel energi sangat penting untuk para pelari.(*)