Devi Arianti (tengah) berfoto dengan pelari tercepat kedua dan ketiga kategori 10K Women 39 and under di panggung

Devi Arianti Sudah Pasang Target Finish Tercepat di GFR 2026 Kategori 10K

Target itu sudah dipasang jauh sebelum garis start dibuka. Lebih dari ingin menyelesaikan lomba atau memecahkan catatan waktu pribadi. Devi Arianti Putri Wijaya datang ke Surabaya dengan satu misi: menjadi juara.

Pelari asal Malang tersebut akhirnya berhasil mewujudkan ambisinya. Ia finis pertama pada kategori 10K Women 39 and Under Green Force Run 2026 dengan catatan waktu 42 menit 08 detik.

Hasil itu sekaligus menandai debut manis Devi di ajang lari yang digelar untuk memperingati hari ulang tahun Persebaya tersebut.

Perjalanan Devi menuju podium dimulai dari Kota Malang. Jarak yang cukup jauh menuju Surabaya tak menjadi persoalan bagi Devi. Ada alasan kuat yang membuatnya rela datang ke Kota Pahlawan.

"Memang sejak lama saya ingin mengikuti Green Force Run dan baru kesampaian tahun ini," ujarnya setelah awarding.

Di balik keikutsertaannya, tersimpan target yang sudah dipasang sejak awal. "Kalau motivasinya sih sejak awal memang mau bisa nomor satu," lanjut runners asal Tumpang, Malang itu.

Target tersebut pun ditindak dengan serius. Devi bersama pelatihnya sudah menyiapkan program latihan untuk menghadapi persaingan di nomor 10 kilometer.

Ia mengaku menjalani latihan rutin sebanyak tiga kali setiap pekan. Jadwalnya sudah tersusun dengan disiplin, yakni setiap Rabu, Jumat, dan Minggu.

Meski demikian, Devi menyerahkan sepenuhnya materi latihan kepada sang pelatih. "Untuk menu latihannya tergantung pelatih yang memberikan program," tuturnya.

Pelatihnya memang tidak mendampingi langsung di Surabaya. Saat Green Force Run berlangsung, sang pelatih berada di Jakarta untuk mendampingi atlet lain yang tengah mengikuti kejuaraan nasional.

Meski berjauhan, program latihan yang disusun terbukti berjalan efektif.

Devi mampu menjaga ritme sejak awal lomba hingga akhirnya menjadi pelari pertama yang menyentuh garis finis di kategorinya. Catatan waktu 42 menit 08 detik menjadi bukti konsistensi latihan yang dijalaninya selama ini.

Green Force Run 2026 menjadi pengalaman pertama Devi mengikuti ajang tersebut. Namun, status debutan sama sekali tidak membuatnya kehilangan kepercayaan diri.

Sejak awal, ia memang datang dengan keyakinan mampu bersaing di papan atas. “Seneng banget akhirnya apa yang saya mau akhirnya kesampaian. Seru banget sih hari ini," sambungnya.

Keyakinan itu pun akhirnya terbayar lunas. Tak hanya berhasil naik podium, Devi juga membawa pulang gelar juara pada debutnya di Green Force Run.

Menurutnya, pengalaman mengikuti Green Force Run 2026 meninggalkan kesan yang menyenangkan. Ia menikmati atmosfer lomba yang dipenuhi ribuan pelari dari berbagai daerah. Antusiasme peserta dan kemeriahan acara membuat pengalaman pertamanya terasa semakin berkesan.

"Kalau tahun ini menyenangkan sekali. Rutenya enak, cheering-nya juga oke, pelari lainnya juga welcome. Enggak kapok lah ikut Green Force Run," bebernya.

Keberhasilan menjadi juara juga membuat Devi berharap Green Force Run terus menjadi agenda tahunan. Menurutnya, ajang itu penting sebagai wadah bagi para pelari untuk menguji kemampuan sekaligus memperluas pengalaman bertanding.

"Harapan saya tahun depan semoga diadakan lagi," ujarnya.

Jika Green Force Run kembali digelar pada 2027, Devi tak perlu berpikir panjang. Ia memastikan siap kembali ke Surabaya untuk merasakan atmosfer lomba sekaligus mencoba mempertahankan prestasinya. "Insyaallah pasti saya ikut kalau tahun depan ada lagi," katanya.

Devi Arianti Putri Wijaya punya kenangan manis dalam debutnya di Green Force Run. Hasil itu jelas bukan sebuah keberuntungan. Podium pertama Devi lahir dari target yang jelas, latihan yang disiplin, dan kepercayaan diri yang sudah dibangun sejak sebelum berangkat dari Malang.

Kini, setelah sukses menaklukkan Green Force Run pada penampilan perdananya, nama Devi menjadi salah satu pelari yang patut diperhitungkan pada edisi-edisi berikutnya. (Agustinus Fransisco)