Jackline Nzivo (potential winner pertama) kembali menjadi pelari perempuan tercepat di kategori HM 40 and Up GFR 2026

Jackline Nzivo Jadi yang Tercepat di GFR 2026 Kategori Half Marathon 40 and Up

Jackline Nzivo menuntaskan Green Force Run 2026 dengan hasil manis. Dia menyabet juara pertama kategori Women Half Marathon 40 and Up Green Force Run 2026 yang kembali diadakan di Monumen Tugu Pahlawan, Minggu pagi, 28 Juni 2026.

Senyuman pun menghiasi wajah pelari asal Kenya itu saat naik podium. Baginya, kemenangan tersebut menjadi pelengkap dari pengalaman menyenangkan yang ia rasakan di Kota Surabaya.

Green Force Run 2026 bukan ajang yang asing bagi Jackline. Tahun lalu, ia juga turun di nomor 21 kilometer. Karena itu, ia bisa merasakan langsung perkembangan penyelenggaraan lomba.

Kendati demikian, menurut Jackline, kualitas penyelenggaraan Green Force Run tetap terjaga.

"Tahun ini cuacanya bagus. Tahun lalu juga bagus. Tidak banyak perbedaan. Perlombaannya tetap bagus, penyelenggaraannya juga sangat baik. Saya menyukai lomba ini," ujarnya saat ditemui setelah awarding.

Cuaca yang bersahabat menjadi salah satu faktor yang membuat para pelari bisa menikmati lintasan sepanjang 21 kilometer. Namun, bagi Jacqueline, keberhasilan menyelesaikan lomba sekaligus meraih podium tentu tidak datang begitu saja.

Sebelum berangkat ke Surabaya, ia menjalani persiapan secara serius. Program latihan khusus pun dibuatnya, menyesuaikan dengan karakter trek half marathon Surabaya yang lebih datar dan minim kenaikan.

Baca juga: Congratulations! Ini Daftar Pelari yang Podium di Green Force Run 2026

"Sebelum datang ke sini saya berlatih dengan baik. Karena ini lomba 21 kilometer, saya berlatih untuk meningkatkan endurance sekaligus speed. Saya benar-benar mempersiapkan diri," katanya.

Persiapan tersebut akhirnya membuahkan hasil. Jacqueline tampil konsisten sejak awal lomba hingga berhasil menjadi yang tercepat di kategori Women Half Marathon 40 and Up.

Selain persiapan fisik, Jackline  juga mengaku menikmati karakter lintasan Green Force Run yang relatif datar. Menurutnya, rute tersebut memberikan kesempatan bagi pelari untuk menjaga ritme sepanjang perlombaan.

Ia juga memberikan apresiasi terhadap kerja panitia yang dinilai mampu mengawal jalannya lomba dengan baik.

"Lintasannya sangat bagus. Penyelenggaraannya juga baik. Para marshal sangat membantu dan menunjukkan arah lintasan dengan jelas. Rutenya sangat nyaman," tambah Jackline.

Tidak hanya lintasan yang meninggalkan kesan positif. Jackline juga mengaku selalu merasa diterima dengan hangat setiap kali datang ke Surabaya.

Baginya, keramahan masyarakat menjadi salah satu alasan mengapa ia selalu menikmati mengikuti lomba di Indonesia.

"Orang-orang Surabaya sangat baik. Mereka ramah dan menyambut kami dengan hangat," ungkapnya.

Dukungan masyarakat di sepanjang rute juga menjadi penyemangat tersendiri bagi para pelari yang datang dari berbagai negara. Buktinya, banyak yang meminta foto dengan Jackline pasca lomba.

Atmosfer tersebut membuat Green Force Run menjadi ajang kompetisi sekaligus ruang relasi antara olahraga dan keramahan masyarakat Surabaya.

Kesan positif itu membuat Jackline berharap dapat kembali berlari di Kota Pahlawan tahun depan apabila punya kesempatan.

Dia mengaku selalu senang datang ke Indonesia dan bertemu dengan masyarakat yang menurutnya begitu bersahabat.

“Tentu saya ingin datang lagi. Saya mencintai masyarakat Surabaya. Saya juga mencintai masyarakat Indonesia. Saya akan sangat senang untuk kembali," katanya.

Podium juara memang menjadi pencapaian penting untuk Jackline. Tapi, pengalaman berlari dengan dukungan warga Surabaya menjadi alasan lain yang membuat Green Force Run selalu memiliki kesan istimewa. Terlebih bagi pelari dari luar negeri seperti Jackline.

Tak heran jika dia berharap bisa kembali berdiri di garis start Green Force Run pada edisi berikutnya. Untuk menikmati suasana pagi Surabaya, sekaligus kembali merasakan hangatnya sambutan masyarakat Kota Pahlawan. (Agustinus Fransisco)