Dara kiri, para pemain Persebaya, Syahrul Lasinari, Dicky Kurniawan, Ricky Pratama, sebelum mengikuti race 5K di Surabaya Green Force Run 2026, pada Minggu, 28 Juni 2026

Pemain Baru Persebaya Kagum, GFR Jadi Momen Hangat Bersama Bonek

Green Force Run (GFR) 2026 kembali menunjukkan bahwa Persebaya tak hanya mampu menyatukan ribuan suporter di stadion. Sebanyak 6.000 pelari memadati jalanan Kota Surabaya pada Minggu, 28 Juni 2026, termasuk para pemain Persebaya yang baru bergabung musim ini. Bagi mereka, pengalaman berbaur dengan ribuan Bonek di lintasan menjadi pemandangan yang belum pernah dirasakan sebelumnya.

Tak sekadar melihat antusiasme suporter, para pemain juga menyaksikan bagaimana Bonek datang bersama keluarga, pasangan, hingga komunitas untuk mengikuti ajang lari tahunan yang telah memasuki penyelenggaraan kelima tersebut.

Ricky Pratama mengaku terkesan melihat kedekatan yang terjalin antara Persebaya dan suporternya melalui Green Force Run. Menurutnya, event seperti ini menjadi cara yang baik untuk mempererat hubungan klub dengan Bonek di luar pertandingan sepak bola. Terlebih mengajak para penggemar untuk sehat bersama. 

"Semoga kedekatan seperti ini terus terjalin antara Bonek dan tim Persebaya, dan tahun ini InshAallah kita bisa mencapai apa yang sama-sama kita inginkan," ujar Ricky.

Baca Juga: Peserta Green Force Run 2026 Berkostum Unik Tebar Semangat di Sepanjang Rute!

Persebaya Green Force Run

Pemain anyar Bajul Ijo itu juga dibuat kagum dengan atmosfer sepanjang lintasan. Baginya, dukungan masyarakat yang berdiri di pinggir jalan menjadi energi tambahan bagi para peserta.

"Serunya lari di Surabaya, Banyak yang kasih semangat. Saya juga kagum dengan kerukunan orang-orang Surabaya," katanya.

Kesan serupa disampaikan Syahrul Lasinari. Ia melihat Green Force Run menghadirkan sisi lain dari Bonek yang selama ini dikenal sebagai suporter fanatik di stadion. Di lintasan lari, ia justru menyaksikan banyak momen hangat yang bersama-sama menikmati olahraga. Jadi bonek tidak hanya sebagai penonton, melainkan pelaku olahraga itu sendiri. 

"Kita melihat warga Surabaya dan Bonek dari sisi yang berbeda di event kali ini," ujar Syahrul.

Baca Juga: Mengusung Semangat Lebih dari Lari, Surabaya Green Force Run 2026 Dimulai!

Menurutnya, Green Force Run menjadi sesuatu yang istimewa karena mampu mengajak suporter hidup lebih aktif melalui olahraga.

"Acara lari seperti ini kan punyanya Persebaya. Menurut saya ini sangat bagus. Persebaya punya banyak event dan salah satunya Green Force Run ini sangat baik untuk kota ini maupun Persebaya sendiri," katanya.

Selama mengikuti rute GFR, Syahrul juga dibuat kagum dengan suasana kekeluargaan yang tercipta di sepanjang lintasan.

"Yang bikin saya kagum itu lihat satu keluarga lari bareng, berhenti bareng, saling menyemangati. Terus ada juga masyarakat di pinggir jalan yang terus teriak kasih semangat. Enak banget suasananya," ungkapnya.

Karena itu, ia berharap Green Force Run dapat terus menjadi agenda tahunan Persebaya.

Sementara itu, Yusuf Meilana mengaku belum pernah menemukan kegiatan serupa di klub-klub yang pernah ia bela sebelumnya. Menurutnya, Green Force Run menjadi pendekatan yang unik karena mempertemukan pemain, suporter, dan masyarakat dalam suasana yang santai di luar stadion.

"Belum pernah. Di klub sebelumnya belum ada acara resmi seperti ini. Mungkin ini bisa jadi pendekatan yang baik dan bisa ditiru tim-tim lain," kata Yusuf.

Ia pun berharap Green Force Run dapat terus diselenggarakan secara rutin.

"Kalau bisa rutin setiap tahun karena bisa jadi pendekatan dengan suporter dan juga masyarakat," ucapnya.

Bagi Yusuf, antusiasme Bonek di luar stadion juga menjadi pengalaman yang berkesan. Ia bahkan meyakini semangat yang ditunjukkan saat Green Force Run akan semakin terasa ketika kompetisi Liga 1 dimulai.

"Yang pasti saya kagum. Apalagi ini di luar stadion. Nanti kalau sudah di dalam stadion saat kami bermain, pasti antusiasmenya lebih tinggi lagi. Tunggu saja nanti," tuturnya.

Green Force Run 2026 kembali membuktikan bahwa Persebaya memiliki cara tersendiri untuk membangun kedekatan dengan suporternya. Tidak hanya melalui sepak bola, tetapi juga lewat olahraga yang mengajak ribuan Bonek dan masyarakat hidup sehat bersama. Pengalaman itulah yang membuat para pemain baru merasa GFR menjadi identitas unik Persebaya, sesuatu yang belum tentu dimiliki klub-klub lain di Indonesia. (Jga)