Kopi dan lari. Minum kopi sebelum atau setelah lari adalah sebuah ritual yang begitu melekat bagi para pelari.
Sampai-sampai olahraga ini tidak akan terasa lengkap tanpa kegiatan ngopi. Nah, ada kabar baik buat kamu yang punya rutinitas minum kopi sebelum berlari. Ternyata ada manfaatnya lho, salah satunya adalah bisa mengurangi kelelahan.
Tetapi, ini nggak semua cocok buat para pelari ya. Tergantung pada seberapa banyak kopi yang dikonsumsi sebelum lari serta sensitivitas individu terhadap kafein. Menenggak espresso tiga shot sebelum berlari mungkin lebih banyak menimbulkan kerugian ketimbang manfaat.
Meski begitu, ada beberapa manfaat dari rutinitas ini. Mengingat kafein adalah peningkat performa yang legal. Kafein dapat mengurangi persepsi usaha, kelelahan, dan rasa sakit. Plus meningkatkan kewaspadaan dan perhatian.
Selain itu, kandungan antioksidan yang ada di kopi bermanfaat bagi siapa saja yang mengonsumsi. Karena antioksidan bekerja untuk mengurangi respon peradangan tubuh terhadap olahraga.
Baca juga: Pelari-pelari Mancanegara Siap Ngebut di Surabaya Green Force Run 2026
Kembali lagi, para pelari perlu mengenal diri mereka terlebih dulu sebelum menunaikan ritual ini.
Ngopi sebelum berlari dalam keadaan belum buang air besar bisa saja merusak rencana program latihan yang telah disusun dengan rapi. Yup, para pelari juga perlu mengenal toleransi tubuh terhadap kafein.
Terlalu banyak kafein yang masuk juga dapat meningkatkan risiko kecemasan dan kelainan detak jantung. Lalu bagaimana bisa menentukan berapa banyak konsumsi kopi sebelum lari? Dan kapan waktu idealnya? Tidak ada jawaban pasti yang berlaku. Toleransi kafein setiap orang tergantung pada sejumlah faktor. Termasuk genetika, berapa lama pelari mengonsumsi kafein, dan berapa banyak yang biasanya dikonsumsi setiap hari.
Jika pelari sensitif terhadap kafein, mereka mungkin perlu memilih dosis yang lebih rendah. Satu hal yang perlu diingat adalah mengonsumsi kafein berlebihan dapat menyebabkan masalah termasuk sakit perut, insomnia, kecemasan, dan detak jantung cepat. Jika pelari dapat mentolerir kafein, maka rekomendasi umumnya adalah mengonsumsi sekitar 30 sampai 60 menit sebelum berlari.
Efek kafein akan terasa 15 menit setelah mengonsumsinya. Ini juga membantu pelari untuk mendapat dorongan kecil pada momen-momen krusial yang dibutuhkan. Nggak salah jika saat ini ada beberapa gel berkafein yang menjadi salah satu faktor pendukung. Jadi, sebelum benar-benar melaksanakan ritual ini, ada baiknya para pelari mengenal dan mendengarkan tubuh sendiri.
Minum kopi sebelum atau sesudah lari bukan sebuah kewajiban. Oh iya, selamat mempersiapkan diri untuk Surabaya Green Force Run 2026. Semangat berlatih demi mengukir cerita indah. Sampai ketemu di 28 Juni nanti.