Debut pertama Jefri Angga di Surabaya Green Force Run (GFR) 2026 langsung berbuah manis. Pelari asal Malang itu meraih podium tertinggi Half Marathon (HM) kategori Men 39 and Under.
Pemuda berusia 27 tahun itu berhasil finis di posisi pertama setelah menaklukkan rute sepanjang 21 kilometer dengan catatan waktu 1 jam 16 menit 56 detik.
Bahkan, Jefri berhasil menyingkirkan juara bertahan kategori Half Marathon Men 39 and Under Green Force Run, Rio Dwi Anggara. Sang juara tahun lalu itu kali ini harus puas finis di posisi kedua.
"Alhamdulillah berhasil meraih podium pertama sekaligus mencatat personal best di jarak 21 kilometer," kata Jefri saat dihubungi, Minggu, 28 Juni 2026.
Bagi Jefri, podium ini bukan sekadar keberuntungan. Sejak awal mendaftar, ia memang sudah menargetkan podium HM di GFR tahun ini. “Dan ini jadi podium pertama saya di Half Marathon,” ujarnya puas.
Keputusan Jefri langsung debut di half marathon bukan tanpa alasan. Ia ingin menantang diri di event Surabaya sekaligus mencatat personal best. “Saya belum pernah lari half marathon di Surabaya, jadi merasa tertantang. Dan tadi personal best saya di jarak half marathon,” ungkapnya.
Selama race day, strategi yang ia terapkan sebenarnya sederhana. Yakni menjaga ritme pace dan disiplin hidrasi di setiap water station. Nah, strategi itu ternyata efektif dan ampuh, sehingga mampu menjaga konsistensinya hingga garis finis.
“Kunci mempertahankan posisi satu itu kontrol pace dan selalu hidrasi,” kata Jefri.
Jefri menjelaskan, persiapan menuju GFR 2026 memang dijalani dengan menu latihan yang lengkap. Pola latihan yang dilakukan antara lain easy run, interval, long run, hingga menambah mileage mingguan menjadi rutinitas.
Bahi Jefri, latihan itu bukan hanya membangun fisik, tetapi juga mental untuk menghadapi tantangan half marathon. “Menu latihan masih seperti biasanya, tapi volume kilometer mingguan ditambah,” jelasnya.
Ia mengapresiasi keseriusan panitia Green Force Run 2026 yang mampu menghadirkan suasana kompetitif sekaligus meriah sepanjang jalannya lomba. Energi tambahan datang dari ribuan penonton yang memberi dukungan di setiap titik rute, ditambah gimmick kostum unik para runners yang membuat suasana semakin hidup.
“Cheering penonton sangat membantu, apalagi di half marathon yang jaraknya jauh. Jadi semangat tetap terjaga,” kata Jefri.
Selain kategori utama, GFR 2026 juga menghadirkan kids dash dan family run yang meriah. Bagi Jefri, suasana ini membuat event terasa lebih istimewa.
“Suasananya menarik, antusias tinggi, bahkan kategori anak-anak dan keluarga tetap kompetitif,” katanya.
Podium pertama ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan karier larinya. Namun Jefri tidak berhenti di sini. Ia sudah menyiapkan target baru untuk tahun depan. “Pasti ikut half marathon lagi, targetnya personal best lagi,” tegasnya.(*)