Potret Dennis Isika (kiri) dan Jackline Nzivo (kanan) saat Race Pack Collection (RPC) Surabaya Green Force Run (GFR) 2026

Para Pelari Kenya Siap Bidik Catatan Waktu Terbaik di GFR 2026!

Persaingan Surabaya Green Force Run (GFR) 2026 dipastikan semakin menarik dengan hadirnya deretan pelari asal Kenya. Bukan hanya menghadirkan wajah baru, ajang tahun ini juga menjadi panggung bagi sejumlah pelari untuk kembali mengejar catatan waktu terbaik mereka di Kota Pahlawan.

Setelah finis sebagai pelari tercepat di half marathon kategori putra pada GFR tahun lalu dengan catatan waktu 1 jam 14 menit 35 detik, Dennis Isika kini kembali ke Surabaya dengan misi yang lebih ambisius. 

“Ini sudah ketiga kalinya saya mengikuti GFR. Jadi, saya semakin lebih percaya diri dengan race besok. Saya juga baru dari Bali dan berharap bisa mempertajam catatan waktu saya di GFR,” ungkap Dennis. 

Begitu juga dengan Jackline Nzivo. Di edisi sebelumnya, ia sukses menyentuh garis finis dalam waktu 1 jam 26 menit 58 detik, sekaligus menjadikannya sebagai yang tercepat di half marathon kategori putri. Ia pun optimistis mampu memberikan penampilan yang optimal.

“Tahun ini, saya lebih percaya diri bisa memberikan yang terbaik,” tegasnya.

Baca Juga: Gendut Berlari sampai Bimo Anindya Bakal Nemenin Kalian Lari di GFR 2026!

Menariknya, baik Dennis maupun Jackline pun sempat melakukan weartest AZA DASH saat Race Pack Collection (RPC) di GOR Pancasila, Sabtu, 27 Juni. 

AZA DASH sendiri merupakan sepatu lari terbaru dari AZA WEA yang secara khusus dirancang menggunakan material ringan dan nyaman untuk menemani aktivitas daily running. Keduanya mengaku nyaman menggunakan AZA DASH karena mampu memberikan pengalaman lari yang lebih optimal. 

Di sisi lain, GFR 2026 juga bakal menjadi pengalaman baru bagi Thomas Kipkorir Maritim. Ia dipastikan bakal menjalani debutnya di Kota Pahlawan setelah banyak tampil pada nomor 10.000 meter di berbagai ajang. 

Meski sudah malang melintang di berbagai event lari, Thomas tak menampik masih ada satu tantangan yang harus ditaklukkan setiap kali berkompetisi di Tanah Air, yakni kondisi cuaca. Menurutnya, suhu yang jauh lebih panas dibandingkan Kenya membuat dirinya harus lebih cermat menjaga kondisi tubuh sepanjang lintasan. 

“Ini pertama kalinya saya lari di Surabaya sekaligus pertama kali mengikuti Surabaya Green Force Run. Saya ikut kategori half marathon. Cuaca di Indonesia memang lebih panas, tapi saya percaya diri bisa menyelesaikan race dengan baik,” ungkapnya. 

Thomas kipkorir dan mercy kigen
Potret Thomas Kiporir Maritim (kiri) dan Mercy Kigen (kanan) saat Race Pack Collection (RPC) Surabaya Green Force Run (GFR) 2026

Baca Juga: Race Pack Collection Tuntas, Tunggu Banyak Kejutan di Race Day GFR 2026!

Antusiasme serupa juga dirasakan oleh istri dari Thomas, yaitu Mercy Kigen. GFR 2026 menjadi kesempatan baginya untuk merasakan atmosfer lomba di Surabaya sekaligus menantang dirinya di nomor half marathon. 

“Saya senang sekali. Ini tentunya bisa menjadi pengalaman baru untuk saya dan kami berdua. Saya percaya diri bisa podium satu karena sudah berlatih dengan baik,” terangnya. 

Mampukah Dennis, Jackline, Thomas, dan Mercy menuntaskan misinya sekaligus menguasai podium GFR 2026? Jawabannya akan tersaji saat race day nanti! (Alf)