Para peserta yang menghadiri Race Pack Collection (RPC) Surabaya Green Force Run (GFR) 2026 di GOR Pancasila, Surabaya, mempunyai latar belakang yang beraneka ragam.
Ada anak-anak, mahasiswa, atlet lari, Bonek-Bonita, pekerja, hingga lansia. Bahkan, terdapat sejumlah pelari dari komunitas luar Kota Surabaya yang juga tidak kalah antusias untuk berpartisipasi di GFR 2026.
Salah satu dari mereka bernama Margie Myoko. Wanita berusia 62 tahun itu akan berangkat dari Kota Malang bersama rekan-rekan komunitas Malang Hash House Harriers. Selain itu, ada juga Ang Theo Hindrawan dan Bernardus Bambang Sularso, dua sahabat karibnya sejak kecil.
Terdaftar sebagai peserta kategori Half Marathon (HM) 40 and Up, GFR 2026 akan menjadi ajang mempertahankan tren impresif bagi Myoko. Ia juga “meracuni” seluruh temannya untuk bergabung dalam barisan kategori yang sama.
“Pertama saya ikut kategori 10K pada 2024. Tahun lalu HM. Untuk teman-teman yang lain, (GFR 2026) ini yang pertama kalinya bagi mereka,” sebut wanita yang gemar mendaki gunung itu.
Motivasi yang mereka pegang selama di rute lari kelak cukup sederhana: apresiasi terhadap diri sendiri. “Kalaupun bisa finis di usia kami yang tidak muda lagi ini, sudah termasuk sebagai penghargaan bagi kami masing-masing,” tutur Myoko.
Bukan hanya itu, mereka juga ingin menunjukkan bahwa olahraga lari itu baik untuk kesehatan jasmani dan rohani. “Asalkan hati gembira dan tidak perlu merasa bersaing,” ucap wanita yang tinggal di Jalan Cendana di Kota Malang itu.
Namun, itu bukan berarti rombongan Myoko datang tanpa persiapan. Mereka juga telah giat mengolah fisik agar bisa finis dalam keadaan kuat dan gembira. Latihannya tergolong ringan, seperti lari dengan pace 8. “Sekali-sekali interval run dan senam ringan juga,” tambah Myoko.
Baca juga: Dari Guru hingga Sahabat Masa SMA, RPC GFR 2026 Jadi Ajang Reuni Lintas Generasi
Kumpulan pekerja Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) Jawa Timur juga tidak mau kalah. Komunitas dengan nama resmi PLN Runner itu mengirim 28 orang untuk turut berlari di GFR 2026.
Kategori yang diikuti bervariasi dari 5K, 10K, hingga Family Run. Tekad komunitas PLN Runner bisa terlihat jelas melalui koordinator mereka untuk kompetisi lari ini, Wiwin Eko Purwanto.
“Saya melihat acara GFR sangat luar biasa bagus dan menarik sekali. Tahun lalu saya belum bisa ikut, jadi untuk tahun ini saya harus bisa bergabung menjadi peserta GFR,” ungkap pria yang memilih untuk mendaftar dalam kategori 5K itu.
Teman-teman PLN Runner ingin membuktikan kalau energi yang mereka berikan tidak hanya untuk menerangi Tanah Air, tetapi juga untuk mengobarkan semangat di sepanjang rute masing-masing kategori.

Momen komunitas PLN Runner menjalani latihan lari bersama menjelang GFR 2026
Untuk mewujudkan hal tersebut, para anggota PLN Runner konsisten mengasah stamina mereka di luar jam kerja. Mereka juga rutin mengadakan fun run di sekitar lingkungan kantor setiap Jumat pagi.
“Sebulan menjelang GFR, kami juga telah menambah porsi latihan dalam hal durasi berlari. Endurance juga kami fokuskan,” kata Wiwin yang tahun ini menginjak usia 48 tahun.
PLN Runner berharap seluruh pelari dapat mencapai garis finis di bawah batas waktu (cut-off time) dalam keadaan kuat. Meski begitu, mereka juga tetap ingin menghidupi moto “Lebih dari Lari” yang diusung GFR tahun ini.
“Menurut kami, lari secara psikologis juga bisa mengurangi kepenatan dan stres setelah kita sibuk bekerja. Ini juga bisa jadi ajang silaturahmi dan menjalin keakraban bagi seluruh pegawai,” tutup Wiwin yang berkediaman di daerah Taman, Kabupaten Sidoarjo.
Baca juga: Terbang dari Makassar, Ayah-Anak Wujudkan Mimpi Bertemu Pemain Persebaya di GFR
Bukan hanya mereka, sebanyak 52 peserta dari komunitas Ikasmanca Runners juga ingin merasakan keseruan yang sama. Didominasi alumnus SMAN 5 Surabaya angkatan 1981, beberapa anggota mereka yang tinggal di Surakarta dan Jakarta juga mengincar pengalaman berkesan yang ditawarkan GFR 2026.
“Yang membuat menarik karena start-finisnya di Tugu Pahlawan. Di situ kan crowded sekali. Apalagi tahun lalu dipenuhi dengan wisata kuliner. Itu yang menjadi titik nostalgia mereka,” kata koordinator Ikasmanca Runners, Celtie Olga.
Persiapan yang dilakukan Ikasmanca Runners untuk GFR 2026 pun tak tanggung-tanggung. Bahkan, mereka juga rutin membagikan daftar pelari yang menduduki peringkat 10 besar dalam papan klasemen dari aplikasi Strava untuk menjaga hingga meningkatkan semangat mereka.
“Apalagi di tengah momen-momen race besar seperti GFR, teman-teman juga sudah mulai mengerjakan ‘tugas’ bersama pelatihnya masing-masing,” jelas Celtie.
Tiap komunitas tentu berharap bisa menaklukkan lintasan dengan kondisi prima. Namun, di GFR 2026, mereka akan mendapatkan lebih dari itu. Kenangan manis dan momen kebersamaan para anggota juga akan menjadi kisah yang diceritakan berulang-ulang pada masa depan. (cle)
Baca juga: GFR Hadirkan Pasutri Inspiratif, dari Ajakan Sehat hingga Half Marathon Perdana!