Ada banyak alasan di balik orang-orang memulai untuk giat berlari. Mengejar pola hidup sehat, tertantang untuk menyelesaikan jarak lari yang jauh, sampai jadi tempat pelarian.
Surabaya Green Force Run 2026 menjadi ajang bagi para pelari untuk panen kebahagian dan pencapaian maksimal.
Rute Green Force Run 2026 yang relatif landai membuat ajang ini banyak diminati oleh para pelari. Jadi tempat nyaman untuk mengejar personal best atau sekadar menikmati rasanya berlari di Kota Surabaya.
Hafid Fitrah, peserta kategori Half Marathon di Green Force Run 2026, datang mengambil Race Pack Collection 2026 dengan memakai jas almamater Universitas Airlangga dan membawa proposal skripsi.
“Habis selesai seminar proposal terus pas sekalian ambil racepak. Jadinya sekalian aja. Itu juga jadi bentuk respect buat perjalanan lariku. Karena selama ini kalau aku stres tugas, bingung, ya lariin aja,” ungkapnya.
Baca Juga: Ketika Anak-anak Mengenal Lari Lewat Family Run GFR 2026!
Hafid Fitrah, mahasiswa Universitas Airlangga jurusan Kedokteran Gigi datang ke RPC GFR 2026 lengkap memakai jas almamater
Meski jadi tempat pelarian untuk melepas penat, perjalanannya di sepanjang kilometer tak mudah, “Selama lari itu mental diuji banget hahaha. Kayak ngapain lari jauh-jauh padahal enak turu. Tapi, selama lari itu juga bikin diri tenang. Mungkin di situ ya aku menemukan letak asiknya berlari,” ceritanya.
Bagi Dicky Gunawan, peserta Green Force Run kategori Half Marathon, berlari sejauh 21,0975 kilometer sesuatu yang personal baginya.
Baca Juga: Ketika Yang Muda dan Lansia Punya Tekad Sama di GFR 2026!
Selain bakal pertama kali merasakan sakralnya race day Surabaya Green Force Run, ada alasan di balik mengapa ia memberanikan diri untuk mendaftar di kategori paling tinggi tersebut.
“Ini pertama kali aku ikut GFR. Memang aku niatkan tahun ini berencana buat ikut race Half Marathon sama Full Marathon. Belum pernah soalnya,” ujarnya.
“Aku pilih kategori yang jauh itu karena baru putus tahun lalu. Jadinya lari ini sebagai pelarian. Ibaratnya kan sudah nyebur jadinya sekalian sampai basah,” tambahnya.
Yup, patah hati membuat Dicky menjadi pribadi yang jauh lebih sehat. Membuatnya berani untuk menyelesaikan jarak 21,0975 kilometer di GFR 2026.
“Soalnya semakin aku giat lari, aku ngerasa tubuhku ini punya progres. Kata orang-orang aku semakin kurus. Ya memang benar aku turun sepuluh kilo (kilogram),” ungkapnya.
Perjalanan berlari ini pula yang membuka banyak pintu baru dalam kehidupannya.
“Kebetulan aku ikut komunitas Union, Mas. Selain dapat relasi aku juga jadi bisa bangun pagi. Soalnya kan beberapa kali agenda lari barengnya itu pagi. Nah, dulu itu aku susah banget bangun pagi,” terangnya.
Komunitas itu pula yang menjadi alasan di balik target besar yang ia pasang sebelum menuju garis start. “Awalnya aku target finis itu 2 jam 50 menit. Tapi, karena anak-anak komunitas itu kayak ngajak dan percaya sama progres latihanku, jadinya targetku besok itu finis 2 jam 10 menit,” ceritanya.
Jika Dicky memilih olahraga lari sebagai pelariannya, Nizwan Amin sedikit berbeda. Ia menganggap lari sebagai bentuk wujud syukur atas karunia Tuhan yang diberikan pada dirinya.
“Saya sekarang usianya 38 tahun. Dulu itu saya beratnya pernah nyentuh 100 kilo (100 kilogram). Sempat sakit yang lumayan bikin badan saya nggak enak,” ungkap Nizwan.
Di momen tersebut, Nizwan percaya bahwa Tuhan sedang bekerja untuk mengingatkan dirinya. Agar lebih menjaga tubuh dan menyayangi diri.
“Mungkin itu (sakit yang pernah hinggap pada dirinya) Tuhan mengingatkan saya buat lebih mencintai diri. Jadinya saya nyoba buat lari,” ujarnya.
Saat ini ia bukan hanya mampu berlari. Perjalanan berlarinya membuat Nizwan pernah menamatkan jarak Half Marathon beberapa kali dan juga lari jarak jauh lainnya.

Nizwan ketika bercerita soal perjalan perlariannya
“Dulu itu saya nggak kuat pace delapan. Pasti kayak capek banget. Sekarang ya Alhamdulillah sudah bisa mau pace delapan atau tujuh bisa,” ceritanya.
Lebih jauh lagi, pada ajang Surabaya Green Force Run 2026 ini ia terpilih sebagai salah satu pacer di kategori 5K.
“Tahun ini saya dipercaya buat jadi Pacer yang punya target finis 40 menit di kategori 5K. Suatu kehormatan buat saya. Karena ini bukan cuman lari, ini perayaan rasa syukur atas kesembuhan saya dan kesembuhan teman-teman yang nantinya ada di gerbong 40 menit,” terangnya.
Bagi sebagian orang, Half Marathon atau bahkan 5K mungkin terasa ringan. Bagi para pelari kategori 5K GFR 2026, pernah berlari sejauh 5K adalah mimpi yang tak pernah terbayangkan. Selesaikan dengan hati. Kemenanganmu menunggu di Tugu Pahlawan.
Sejak Rabu, 24 Juni 2026 para peserta GFR 2026 sudah bisa mengambil paket perlombaan di GOR Pancasila, Surabaya. Jadwal pengambilan Race Pack dimulai pukul 10.00 WIB sampai 20.00 WIB dan berlangsung sampai Sabtu, 27 Juni 2026.(*)