Hadi Mulyono berfoto di depan course map rute 10K Green Force Run 2026

Setiap Langkah, Setiap Makna di Surabaya Green Force Run 2026

Bagi para peserta Surabaya Green Force Run 2026, ada begitu banyak alasan untuk mulai berlari. Ada yang ingin mencetak personal best, mencjaga pola hidup sehat sampai ada juga untuk memberi apresiasi terhadap diri sendiri.

Alasan-alasan para peserta ini sejalan dengan semangat yang digaungkan Green Force Run sejak awal. Semangat bahwa perjalanan berlari para peserta bukan sekadar menjelajah Surabaya saja. 

Sebelum menjemput kejayaan pada Minggu, 28 Juni mendatang, para peserta Surabaya Green Force Run 2026 diwajibkan mengambil paket perlombaan (Race Pack Collection). Jadwal pengambilan paket perlombaan sudah dibuka sejak Rabu, 24 Juni sampai Sabtu, 27 Juni dengan jam pengambilan mulai pukul 10.00 WIB sampai 20.00 WIB. 

Semangat para peserta yang datang mengambil paket perlombaaan pada Kamis, 25 Juni membuat Hadi Mulyono, peserta kategori 10K, takjub.

Di usia yang tak lagi muda, Hadi Mulyono senang ketika banyak anak-anak muda mulai peduli dengan pola hidup sehat dengan berolahraga.

“Saya ini usianya 67 tahun. Baru saja pensiun dan lari jadi kegiatan mengisi hari-hari setelah pensiun. Tadi sempat bingung karena yang ngambil (RPC) ini banyak anak-anak muda lho. Senang sih jadi bukti kalau olahraga lari ini bisa dinikmati oleh semua kalangan,” ujarnya.

Hadi Mulyono sama dengan pelari-pelari rekreasional lainnya. Memulai lari dari iseng dan FOMO.

“Saya itu awalnya lihat teman-teman lari kok menyenangkan gitu. Jadinya saya coba lah lari. Eh, ketagihan lari sampai sekarang,” ujarnya.

Jangan salah, di usia yang sudah 67 tahun, Hadi Mulyono bukan hanya aktif berlari. Ia juga aktif mengikuti beberapa perlombaan lari bukan hanya di Surabaya!

“Saya itu paling senang waktu ikut race. Semangat para pesertanya itu bisa saya rasakan. Mulai dari anak-anak muda yang ikut, sampai peserta yang sepantaran. Seolah semuanya sama-sama ingin sehat gitu,” ceritanya.

Yup, suasana race day memang terkenal sakral. Karena ada banyak latar belakang yang dibawa oleh para pelari di garis start. Michael Billy misalnya. Tahun ini ia mendaftar di GFR 2026 pada kategori 10K. Pada penyelenggaraan tahun lalu ia mendaftar di kategori 5K.

Hype-nya waktu race day itu beda. Apalagi kalau sudah finis pasti senang banget. Padahal waktu kilometer-kilometer awal banyak sambat,” ungkap Michael Billy yang juga seorang guru olahraga di SMA Karitas 3 Surabaya.

Baca juga: Debutan GFR 2026 Jadikan Lari sebagai Senjata Melawan Penyakit Kronis

“Menurutku ketika memulai lari itu terasa berat banget. Kayak ngapain ya ikut ginian bangun pagi. Tapi, waktu sudah finish itu ngerasa oh ternyata bisa ya aku,” sambungnya.

Yup, lewat lari Michael mengenal apa itu proses untuk menggapai sesuatu. Perjalanannya memang tak mudah tapi apa yang ia dapat sepadan dengan perjuangan yang dilalui.

https://www.greenforcerun.id/uploads/post/2026/06/25/Setiap Langkah, Setiap Makna di Surabaya Green Force Run 2026.jpgMichael Billy berfoto dengan nomor bib setelah mengambil paket perlombaan GFR 2026

Di kesempatan kali ini, Michael ingin finish strong di kategori 10K. Pasalnya ada memori kurang enak saat berhasil lari sejauh sepuluh kilometer.

“Aku pernah ikut race 10K dan finish dalam keadaan cedera. Nah, buat di GFR nanti aku nggak mau itu terulang. Pokoknya harus finish strong,” ceritanya.

Target finish strong juga diusung oleh Marselinus Saverio, mahasiswa asal Universitas Surabaya yang mendaftar pada kategori Half Marathon. Ini jadi pengalaman pertamanya berlari sejauh 21,0975 kilometer. 

“Sebelumnya aku sudah pernah tamat lari full marathon. Cuman belum pernah lari half marathon. Jadi ini bakal jadi virgin race half marathon aku,” ungkapnya.

Perjalanan berlari Marselinus Saverio terbilang unik. Ia baru benar-benar memulai lari pada Agustus tahun lalu.

https://www.greenforcerun.id/uploads/post/2026/06/25/Setiap Langkah, Setiap Makna di Surabaya Green Force Run 2026.jpgMarselinus Saverio berfoto di papan runners list yang ada di Race Pack Collection GFR 2026

“Tahun lalu itu aku janji ke diri sendiri buat harus bisa finis full marathon. Cari tantangan lah biar hidup nggak lurus-lurus aja,” ujarnya. Alih-alih kapok, lari justru mengajarkan sesuatu yang baru dalam diri Marselinus Saverio.

“Dari lari aku diajarkan buat mengenal diri sendiri sih. Kayak kalau sudah nggak kuat ya jangan dipaksa. Meredam ego diri sendiri itu nggak mudah lho. Dan itu yang aku dapat selama ini lewat lari,” terangnya.

Untuk para pelari di Surabaya Green Force Run 2026, selesaikan perjalanan kalian dengan hati. Karena setiap langkah selalu punya maknanya sendiri.(*)