Kamu sudah bosan lari di trek? Ingin mencoba sesuatu yang baru pada sela-sela berlari? Sekaligus menikmati suasana jalan raya? Boleh saja. Di Surabaya, ada beberapa jalan yang menjadi favorit para pelari untuk melintas.
Bukan, bukan karena keterbatasan trek lari yang ada di Surabaya. Toh, kalau dibilang begitu, trek lari di Surabaya juga terbilang banyak. Bahkan, tak pernah sepi oleh para pelari. Tapi, ada pelari yang memang lebih nyaman ketika mereka berlari di jalan raya. Alasannya beragam.
Ada yang menjadikan kegiatan itu sebagai bentuk pemanasan dan adaptasi tubuh kepada perlombaan yang akan diikuti. Sampai sekadar ingin menikmati suasana kota di pagi atau malam hari.
Beberaap jalan di pusat kota Surabaya menjadi favorit para pelari berlari kala akhir pekan. Berlari di jalan raya juga menjadi salah satu agenda kegiatan para pelari agar tidak jenuh karena cukup sering berlari di lintasan.
Nah, berikut adalah beberapa rute lari jalan raya yang menjadi andalan pelari-pelari Suroboyo
Basra Loop
Basra Loop menjadi salah satu rute lari andalan arek-arek Suroboyo. Kok bisa? Ada begitu banyak bangunan ikonik yang dilewati dalam rute ini. Singkatnya, Basra Loop adalah berlari mengelilingi Jalan Basuki Rachmat. Tengah kota. Dekat Tunjungan Plasa, melewati Gedung Negara Grahadi, Bambu Runcing, dan Monumen Karapan Sapi. Setelah berlari, para pelari punya banyak refrensi tempat untuk bersantai. Apalagi itu juga dekat dengan Tunjungan. Bisa langsung kulineran di Tunjungan, atau sekadar menikmati suasana pagi di Surabaya pada sekitaran Bambu Runcing.
Tunjungan Loop
Selanjutnya ada Tunjungan Loop yang nggak kalah terkenal. Berbeda dengan Basra Loop, Tunjungan Loop menyusuri salah satu jalan paling ikonik di Surabaya, Jalan Tunjungan. Selanjutnya para pelari berbelok ke arah kanan dan melewati Jalan Embong Malang menuju Jalan Praban dan kembali lagi ke Tunjungan. Sedikit lebih pendek ketimbang Basra Loop.
Biasanya para pelari menamatkan Tunjungan Loop bersama dengan Basra Loop. Digabung! Selepas berlari, mereka bisa menikmati kuliner yang ada di sepanjang Jalan Tunjungan. Atau sekadar bersantai di kedai-kedai yang ada di sana.
Kota Lama Surabaya
Rute favorit selanjutnya adalah Kota Lama Surabaya. Beberapa pelari menjadikan Kota Lama Surabaya sebagai salah satu refrensi rute. Selain sedikit lebih sepi ketimbang dua rute di atas, Kota Lama juga menawarkan pemandangan yang tak kalah keren. Gedung-gedung lama karya orang-orang Belanda menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi para pelari. Apalagi di sepanjang rute juga dekat dengan swalayan/minimarket yang bisa menjadi tempat pemberhentian para pelari.
Kawasan Surabaya Barat
Rute favorit para pelari yang terakhir adalah berlari di salah satu kawasan yang ada di Surabaya Barat, Citraland. Di Citraland para pelari bukan sekadar berlari. Mereka juga diberikan suguhan elevasi yang menjadi tantangan tersendiri. Selain itu, suasana yang tak begitu ramai juga membuat para pelari semakin menikmati momen-momen mereka berlari. Sebelum pindah ke pusat kota (sebelum pandemi), rute Green Force Run mengelilingi kawasan ini.
Itu tadi adalah beberapa rute lari favorit anak-anak Surabaya. Beberapa di antaranya bakal menjadi rute Surabaya Green Force Run 2026. Melintasi dan menyusuri pagi Surabaya yang begitu syahdu. Sampai ketemu 28 Juni.