PASI Jatim Lakukan Pengecekan dan Pengukuran Rute Surabaya Green Force Run 2026

Presisi. Akurat. Kenyamanan. Rute Half Marathon dan 10K Surabaya Green Force Run 2026 telah diukur dan diverifikasi oleh PB PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia). Agenda pengecekan dan pengukuran yang dilakukan PASI dan tim GFR (Green Force Run) berlangsung pada Jumat, 22 Mei dan Sabtu, 23 Mei lalu.

Sejak tahun lalu, PASI selalu melakukan pengukuran dan verifikasi rute untuk GFR. Hal ini menjadikan ajang lari Green Force Run menjadi satu-satunya event lari di Surabaya yang rutenya telah disertifikasi oleh PASI.

Kegiatan pengecekan ini menekankan bahwa jarak yang nantinya dilalui oleh ribuan pelari di GFR sudah sesuai dengan standar internasional. Jadi nggak ada lagi drama untuk menggenapkan jarak lari biar pas, kecuali alat pelacak/GPS para pelari memang eror. Jarak 21,0975 kilometer dan 10 kilometer yang akan ditempuh para pelari akurat hingga hitungan sentimeter.

Pengukuran ini dilakukan dengan metode calibrated bicycle dan memakai alat Jones Counter, sebuah perangkat odometer khusus yang dipasang pada as roda sepeda untuk mengukur jarak rute lari jalan raya.

“Saat proses pengukuran kemarin, kami selalu berhenti di setiap kilometernya. Dan memberi tanda bahwa di daerah yang dilewati sudah memasuki kilometer tertentu. Penanda ini nantinya menjadi bekal buat penyelenggara untuk menentukan titik water station dan pembagian tim medis,” ungkap Muhammad Fattahilah, perwakilan dari PASI Jatim.

Yap, sertifikasi ini juga menyiapkan hal-hal pendukung bagi para peserta lomba lari. Penempatan water station, ketersediaan hidrasi yang konsisten, sampai protokol evakuasi medis. Jadinya, bukan hanya soal sekadar mengadakan lomba. Melainkan juga menjaga keselamatan dan kenyamanan para pelari secara presisi.

Yap, pengecekan dan pengukuran rute GFR bukan hanya sekadar untuk memastikan keakuratan jarak saja. Adanya kegiatan verifikasi rute dalam ajang lomba lari yang dilakukan oleh PASI juga menjadi bukti kesiapan dan keseriusan sebuah ajang lari.

“Pengecekan dan verifikasi ini sangat penting. Karena pengukurannya menggunakan alat yang dilakukan secara resmi oleh World Athletic. Dan mengukurnya juga sesuai dengan rute atau kecepatan para pelari,” Catur Supriyanto, ketua pengurus harian PASI Jatim

Pak Catur juga menambahkan, “Pengukuran dan verifikasi ini juga jadi bukti keseriusan sebuah ajang lari. Karena kan alat-alat yang digunakan juga sesuai dengan standar World Athletic,”

Sejauh ini hanya ajang Green Force Run yang rutenya mendapat sertifikasi dari PASI. Sertifikasi rute juga menjadi panduan dan pedoman Green Force Run untuk menatap pengecekan rute dan verifikasi rute dari World Athletic pada tahun-tahun mendatang. Sampai bertemu di 28 Juni!