Semakin banyak masyarakat yang berlari, semakin banyak lomba-lomba lari yang bermunculan di berbagai kota. Dengan sejumlah lomba yang sudah di depan mata, modal para pelari bukan sekadar latihan intensif saja. Pelari juga perlu punya strategi pengisian bahan bakar demi lari yang maksimal.
Strategi yang dimaksud salah satunya adalah penggunaan gel energi. Gel energi ini jadi salah satu siasat para pelari mengelola energi dan mengisi elektrolit yang hilang melalui keringat mereka selama berlari.
Pratama Wicaksana Wijaya, dokter spesialis kedokteran olahraga, sekaligus medical advisor Green Force Run, menjelaskan, kalau strategi pengelolaan energi dalam lomba lari jarak jauh sangat penting.
“Penggunaan gel energi saat berlari ini begitu bermanfaat. Karena dapat membantu meningkatkan performa pelari saat berlari,” ujarnya.
Menurut dr. Tommy -sapaan karibnya- mengenali kondisi tubuh juga menjadi salah satu indikasi badan memerlukan cairan atau membutuhkan energi.
“Di antara durasi olahraga. Pelari tidak boleh kekurangan karbohidrat. Karena ketika kekurangan karbohidrat itu disebut bonking. Energinya habis,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan, “Nah, maka dari itu sangat penting bagi para pelari untuk memahami mengatur strategi kapan energi gel ini masuk ke dalam tubuh mereka. Untuk menjaga agar energi dalam tubuh tidak habis,”
Dalam Marathon Handbok, gel energi dikenal sebagai salah satu sumber gula sederhana atau karbohidrat yang biasanya merupakan campuran glukosa dan fruktosa. Karena merupakan gula sederhana, proses pencernaan yang diperlukan sangat sedikit sebelum gula masuk dalam aliran darah sebagai glukosa yang dapat digunakan.
Secara sederhananya, sistem pencernaan tidak perlu bekerja keras untuk memecah karbohidrat kompleks. Proses pencernaan yang lama relatif tidak cocok dengan lomba lari.
“Ini bukan soal jarak, melainkan lebih kepada durasi berlari mereka. Semakin lama waktu tempuhnya, semakin banyak gel energi yang dikonsumsi para pelari,” ujarnya.
Kandungan gula sederhana dalam gel energi membuat pelari mendapatkan energi yang dapat digunakan dengan cepat. Hal ini yang membantu pelari kehabisan karbohidrat dan menjaga energi pelari tetap stabil selama balapan.
Lalu bagaimana konsumsi gel energi bagi para pelari yang hendak mengiktui balapan lomba lari setengah maraton?
“Strategi gel energi ini sedikit-banyak cocok untuk para pelari yang memang ingin mengejar catatan waktu terbaik di lomba lari,” terangnya.
“Jika pelari tidak memiliki target tertentu dan tujuannya hanya untuk balapan dengan aman, memperhatikan hidrasi tubuh saja sudah cukup,”
So, kalau kamu ingin mengukir catatan waktu terbaik selama berlari di Surabaya Green Force Run 2026, memahami gel energi sebagai strategi bahan bakar akan sangat penting untuk mengukir personal best-mu. Sampai ketemu di 28 Juni!