Tinggal sebulan lagi menuju race Surabaya Green Force Run 2026. Buat kamu yang akan memulai perjalanan berlari menyusuri pagi Surabaya bersama ribuan pelari lain di GFR 2026, sudah sejauh apa latihannya? Sudah siapkah untuk menjelajah dan merasakan berlari pagi di Surabaya?
Buat kamu yang overthinking bisa finis sebelum batas waktu yang ditentukan (cut off time), kali ini ada informasi menarik yang bisa kamu siapkan. Mengingat cut off time di GFR 2026 terbilang santai nggak terlalu berat, kamu bisa menyelesaikannya dengan sedikit-banyak menikmati momen-momen di sepanjang rutenya.
Salah satunya adalah dengan menerapkan metode run-walk-run Jeff Galloway. Pada kesempatan kali ini kita membahas mengenai Jeff Galloway, atlet Olimpiade asal Amerika Serikat.
Galloway pernah membawa nama Amerika Serikat di Olimpiade Munich 1972. Jeff mewakili Amerika Serikat di nomor lomba 10.000 meter. Jasa Galloway di dunia lari begitu besar.
Ia bukan hanya menginspirasi pelari-pelari elite untuk terus mematahkan batasan-batasan di dunia lari saja. Jasa Galloway bagi pelari-pelari rekreasional juga begitu besar. Adalah metode run-walk-run dari Galloway.
Metode tersebut ia temukan dan kembangkan ketika mengajar kelas lari untuk pelari-pelari pemula dan rekreasional di tahun 1974. Saat itu, pesertanya benar-benar pemula semua. Tak ada yang pernah berlari konsisten selama lebih dari lima tahun.
Ia mengamini bahwa berjalan di tengah-tengah intensitas lari bukan suatu kesalahan. Justru jeda yang dimanfaatkan dengan berjalan itu k mencegah pelari terhindar dari cedera. Plus, membuat pelari lebih menikmati proses perjalanannya mengenal diri di olahraga lari.
Menariknya, selama mengajarkan metode tersebut, semua peserta berhasil finis dengan catatan waktu yang memuaskan. Bahkan seluruhnya tidak mengalami cedera selepas berlari sejauh 5 sampai 10 kilometer.
Metode ini lantas mulai dikenal oleh banyak orang, termasuk oleh pelari-pelari yang sudah cukup sering mengikuti ajang maraton. Banyak pelari awalnya menolak metode Galloway.
Seiring berjalannya waktu beberapa pelari pendatang yang juga baru menekuni dunia lari berhasil mengalahkan catatan waktu pelari-pelari veteran. Mereka memakai metode run-walk-run ala Galloway dan finis lebih cepat ketimbang pelari-pelari veteran.
Metode Galloway secara sederhana mengajak para pelari untuk lebih menikmati kegiatan berlari mereka. Selain itu, memberi kebebasan penuh dalam diri untuk mengontrol batasan diri. Dua hal ini yang ditekankan oleh Galloway di metode run-walk-run.
Metode Galloway semakin digandrungi oleh banyak orang. Ada yang menerapkannya saat race, termasuk di Green Force Run tahun lalu. Karena apa yang ditawarkan Galloway bukan hanya soal finish strong saja.
Melainkan juga soal mengurangi resiko cedera, membuka peluang mengukir catatan waktu terbaik, sampai membuat pelari bisa lebih mengenali diri. Jadi, sudah siap belum buat Surabaya Green Force Run 2026? Sampai ketemu 28 Juni mendatang di Tugu Pahlawan ya!