Pelari ketika menyusuri salah satu rute di Green Force Run 2025

Lomba Lari Kok Jalan? Emang Boleh?

Kalian penasaran nggak sih sama pelari-pelari yang mengikuti lomba lari jarak jauh seperti 5.000 kilometer, 10.000 kilometer, sampai half marathon itu selalu ada aja pelari yang berjalan kaki. Kan namanya saja lomba lari, sudah pasti pelari yang mengikuti ajang tersebut berlari hingga garis finis.

pasti kalian langsung bertanya-tanya, emang boleh ya berlajan kaki waktu menjalani lomba lari jarak jauh?

Dokter Pratama Wicaksana Wijaya, Sp.KO, medical advisor Green Force Run, menjelaskan, namanya lomba lari jarak jauh mau 5.000 kilometer, 10.000 kilometer, sampai half marathon, pelari dianjurkan berlari untuk menyelesaikannya.

Baca juga: Konsistensi Latihan dan Persiapan Jadi Kunci di Surabaya Green Force Run 2026

Akan tetapi, dr. Tommy juga memahami kemampuan setiap pelari berbeda-beda. Berbicara soal alasan para pelari mengikuti perlombaan, ada begitu banyak alasan yang membuat para pelari tersebut mengikuti sebuah ajang lomba lari. Mulai dari ingin merasakan atmosfernya, mencetak catatan waktu terbaik, sampai sekadar menuruti ajakan teman-teman untuk berlari bersama.

“Ada pelari yang memang benar-benar mempersiapkan lomba lari ini dengan baik. Ada juga yang berlatih secukupnya. Pada intinya nggak masalah mau mereka terus berlari atau dikombinasikan dengan berjalan,” ujarnya.

Baca juga: Surabaya Green Force Run 2026: Tak Harus Cepat, yang Penting Berani Berlari!

Beliau lebih menekankan bahwa, keberanian mereka yang mengikuti lomba sudah menjadi kemenangan atas diri mereka sendiri.

“Berlari itu olahraga yang berjuang melawan diri sendiri terlebih dahulu. Dan ketika dia ikut lomba, berarti dia sedang bertarung melawan diri mereka di sepanjang rute itu,”  imbuhnya.

Dokter Tommy juga menambahkan, “Jangan pernah mengejek pelari yang berjalan waktu ikut lomba. Karena mereka itu berani dan berusaha keras untuk mengalahkan dirinya sendiri,” 

Mengetahui batasan diri menjadi salah satu kunci di balik keberhasilan para pelari mencapai garis akhir. Itu juga yang diungkapkan dr. Tommy perihal olahraga lari adalah kesempatan untuk mengenal tubuh sendiri. 

Baca juga: Mengapa Lari 10K Tetap Menantang bagi Pelari Rekreasional?

"Kemampuan pengetahuan setiap pelari untuk mengenali diri sendiri itu sangat penting. Ketika kemampuannya sudah mencapai batas, ya nggak masalah dikombinasikan dengan berjalan," terangnya.

Di Surabaya Green Force Run 2026, cut off time yang diberikan pun relatif longgar. Bahkan, dr. Tommy menganggap cut off time tersebut bisa diselesaikan dengan power walk.

“Kalau berbicara soal penyelenggara, penyelenggara juga mempersiapkan batasan waktu yang bisa diselesaikan dengan berjalan. Ada situasi di mana mereka pasti berlari. Tapi, penyelenggara juga sudah mempersiapkan untuk itu (berjalan),” tandasnya.

Jadi, bolehkah berjalan saat mengikuti Surabaya Green Force Run 2026? Balik lagi pada diri masing-masing. Pendaftaran Early Bird Surabaya Green Force Run 2026 masih dibuka. Kalian bisa mendaftar di website greenforcerun.id.