Ada begitu banyak tantangan yang datang ketika para pelari memutuskan untuk mengikuti lomba lari. Salah satunya adalah harus pintar-pintar mengatur waktu latihan pada sela-sela sibuk bekerja. Apalagi kalau mereka terjun pada nomor lomba Half Marathon. Bukan hanya persiapan, waktu pemulihan juga masuk dalam hal yang diperhatikan.
Bagaimana dengan kategori di bawahnya? Kategori 10K juga tak kalah menarik minat para pelari untuk menjajal atmosfer lomba lari. Biasanya, pelari rekreasional salah mengartikan kalau lari 10 kilometer sebagai lari yang levelnya di bawah lari setengah araton (21 kilometer).
Beberapa bahkan menganggap kategori 10K ini kurang memiliki gengsi sebesar lari maraton atau setengah maraton.
Padahal, setiap jarak berlari memiliki kesulitan tersendiri lho. Beberapa hal yang harus disiapkan pun berbeda.
Pada kategori Half Marathon pelari perlu mempersiapkan mental dan ketahanan fisik, pada lari 10K mereka dituntut untuk punya kecepatan yang jauh lebih tinggi. Mengapa demikian? Ada salah satu tantangan yang selalu dihadapi oleh pelari kategori 10K. Tantangan tersebut adalah menjaga pace yang cepat sejak start sampai finis.
Biasanya pelari juga berusaha mencapai garis finis dalam waktu kurang dari satu jam. Kategori ini memang cocok untuk pelari rekreasional atau kantoran. Mengingat waktu pemulihan yang tak begitu lama seperti mereka mengikuti kategori Half Marathon.
Jadwal latihan yang kerap kali terbentur dengan jam kantor juga masuk dalam pertimbangan.
Pada ajang Surabaya Green Force Run 2025, ada 988 pelari yang mendaftar pada kategori 10K. Terbanyak kedua setelah kategori 5K.
Tahun ini rute Surabaya Green Force Run 2026 relatif datar. Kondisi rute yang relatif datar dan steril sangat mendukung terciptanya catatan waktu terbaik. Ini jadi peluang pelari-pelari rekreasional untuk meraih catatan waktu terbaik di Surabaya Green Force Run 2026.
Ini waktunya kamu mengukir catatan waktu terbaik kategori 10K di Surabaya Green Force Run 2026. Daftar sekarang di website greenforcerun.id.