Nur Cholis Majid (kiri) saat prosesi penyerahan doorprize satu buah motor Honda BeAT pada event Surabaya Green Force Run 2026

Dari Awalnya Naik Suroboyo Bus, Nur Cholis Bawa Pulang Honda BeAT dari GFR

Teknisi pabrik asal Medokan Ayu, Rungkut ini sama sekali tidak pernah menyangka, gigitan pertama kue manis pascafinis di gelaran puncak Surabaya Green Force Run (GFR) 2026 kemarin, bakal dibarengi dengan panggilan yang meneriakkan namanya sebagai pemenang utama doorprize motor Honda BeAT.

Pria yang akrab disapa Cholis dengan nomor BIB 5053 ini merupakan pelari kategori 5K yang baru memulai hobi larinya pada 2025 lalu.

Ada alasan jujur kenapa ia memantapkan diri memilih jarak terpendek di GFR 2026. "Saya pilih kategori 5K karena kemampuan fisik memang masih di situ. Jujur, juga termasuk kaum mendang-mending dari sisi HTM-nya," canda Cholis sembari tertawa.

Demi bisa berdiri di garis start kawasan Monumen Tugu Pahlawan, Surabaya tanpa drama kesiangan, Cholis bahkan sudah menyusun strategi sejak hari Sabtu. 

Ia sengaja naik Suroboyo Bus dari Halte Merr menuju Halte RSIA Kendangsari, dilanjutkan ojek online untuk menginap di rumah ibu mertuanya di daerah Dukuh Setro. 

Barulah pada hari H pukul 04.30 WIB, Cholis memacu sepeda motor bebek tua peninggalan almarhum bapak mertuanya menuju lokasi acara.

Suasana subuh yang syahdu seketika berubah magis saat lagu kebanggaan Bonek (Bondo Nekat), Song For Pride, berkumandang tepat sebelum flag off dimulai. 

"Saya merinding pas pemutaran lagu Song For Pride, karena saya memang Bonek dari kecil, walaupun tidak pernah nggandol truk ke stadion," kenangnya.

Sepanjang rute 5K, Cholis sangat menikmati atmosfer perlombaan. Ia sempat berfoto bersama maskot Jojo dan Zoro, berpapasan dengan Coach Uston Nawawi, hingga memuji melimpahnya fasilitas Water Station (WS) sepanjang jalan. 

Baca Juga: Para Pemompa Semangat Surabaya Green Force Run 2026

Menariknya, saat melintasi belokan Jalan Mliwis, seorang warga memberikan kue lumpur kepadanya. Alih-alih langsung dimakan, kue itu terus digenggamnya hingga menembus garis finish dengan catatan waktu 57 menit 11 detik. 

Nur Cholis Majid - Penerima Doorprize Honda BeAT GFR
Nur Cholis (melambai ke kamera) saat menyentuh garis finis GFR 2026 dengan kue lumpur dalam genggaman

"Saya finish cukup lambat. Makanya Tuhan kasih saya hadiah motor biar besok bisa nyalip pelari Kenya," seloroh Cholis.

Pascafinis, menikmati suguhan rawon, dan mengantre panjang di stan photobooth, Cholis memutuskan melipir untuk berteduh di area taman belakang tenda VIP Lounge karena cuaca mulai terik. 

Di sinilah momen epik itu terjadi. Saat ia duduk bersantai membuka bungkus kue lumpur setianya dan mulai mengunyah, suara MC di panggung utama mendadak menggema membacakan nama lengkapnya.

"Saat itu saya tidak dengar nomor undian berapa, tapi cuma dengar nama lengkap saya dipanggil. Saya langsung berdiri dan berjalan memastikan. Setelah yakin, saya langsung lari kencang menuju panggung. Mungkin kecepatan lari saya saat itu melebihi kecepatan saya waktu race tadi. Saya speechless bukan karena apa-apa, karena kue lumpurnya jadi susah ditelan karena saking seret dan kagetnya," ungkap Cholis menggambarkan kepanikannya.

Hadiah motor ini bak ketiban durian runtuh bagi keluarga kecilnya. Orang pertama yang ia kabari adalah sang ibu mertua yang langsung terharu bahagia. 

Pasalnya, Cholis memang sengaja menahan diri untuk tidak membeli motor baru secara kredit demi mengalokasikan tabungannya untuk merenovasi rumah. 

Baca Juga: Devi Arianti Sudah Pasang Target Finish Tercepat di GFR 2026 Kategori 10K

Transportasi hariannya selama ini sepenuhnya mengandalkan motor Revo tua miliknya yang sudah kenyang meliuk-liuk di tanjakan Cangar hingga lautan pasir Bromo.

"Kalau motornya sudah resmi dikirim ke rumah, tentunya akan digunakan untuk operasional harian. Biar motor Revo peninggalan almarhum bapak mertua saya bisa istirahat dan tidak perlu bekerja keras lagi," pungkas Cholis. 

Genggaman kue lumpur di sepanjang aspal Surabaya seolah sudah menjadi jembatan takdir bagi Cholis untuk pulang membawa kendaraan baru. (kik)