dr. Tommy (tengah dengan baju hijau) bersama para perwakilan tenaga medis untuk Surabaya Green Force Run 2026

Demi Keamanan Pelari, GFR 2026 Siapkan Ratusan Tenaga Medis

Keselamatan dan kenyamanan para pelari menjadi prioritas utama dalam gelaran Surabaya Green Force Run (GFR) 2026. 

Guna mengantisipasi berbagai risiko kesehatan saat berada di lintasan, DBL Indonesia selaku pihak penyelenggara tidak main-main dengan menerjunkan lebih dari tenaga medis yang siap mengawal jalannya kompetisi di seluruh kategori.

Langkah preventif berskala besar ini diambil berkat kolaborasi erat dengan berbagai pihak, mulai dari Dinas Kesehatan, Rumah Sakit Mayapada, Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya (Poltekkes), HOPE Physiotherapy, hingga tim fisioterapi dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Demi mematangkan kesiapan dan menyamakan persepsi kepada seluruh tim di lapangan, dr. Pratama Wicaksana W., Sp.KO (dr. Tommy) selaku Konsultan Medis DBL Indonesia, baru saja menggelar sesi briefing khusus bersama para tenaga medis pada hari ini, Sabtu, 27 Juni 2026. 

Agenda tersebut berfokus penuh pada penguatan komando keselamatan dan SOP penanganan cepat demi memberikan perlindungan bagi para peserta GFR.

"Pengaturan rasionya mulai dari jumlah dokter, ambulans, hingga tenaga medis mengacu pada standar IAAF (International Athletic Association Federation). Bahkan untuk GFR tahun ini, kami mencoba mempersiapkan segala sesuatunya hingga melebihi standar minimum tersebut demi keamanan maksimal," jelas dr. Tommy.

Di sepanjang rute, panitia menyediakan 11 pos medis yang dilengkapi dengan tenda, ditambah 2 pos medis bayangan yang bergerak secara dinamis. 

Menariknya, di setiap pos medis rute tersebut dipastikan akan dijaga oleh tim lengkap yang terdiri atas 1 dokter, 1 perawat, dan 1 fisioterapis. 

Jadi, para pelari dapat mengeluhkan masalah apa pun, mulai dari gejala sakit hingga penanganan cedera otot.

Baca Juga: Nostalgia Pelari Prancis dan Ujian Pascaoperasi Pria Italia di GFR 2026

Adapun sebaran 11 titik pos medis strategis tersebut meliputi:

Pos Medis 1: Alun-alun Kota Surabaya

Pos Medis 2: Depan kantor bank swasta di seberang Delta Plaza

Pos Medis 3: Depan kantor FINNA di Jalan Darmo

Pos Medis 4: Persimpangan Jalan Darmo-Dr Soetomo (depan gedung cagar budaya milik pabrik rokok)

Pos Medis 5: Jalan Embong Malang, depan Warna Indah Advertising

Pos Medis 6: Jalan Krembangan Depan Air Isi Ulang Biru

Pos Medis 7: Gang Penjara Kalisosok

Pos Medis 8: Kya-Kya di Depan Kantor BCA

Pos Medis 9: Polrestabes Surabaya

Pos Medis 10: Jalan Praban (khusus untuk 5K) 

Pos Medis 11: Area Refreshment Tugu Pahlawan

Untuk memperketat pengawasan, disiagakan pula sebanyak tujuh unit mobile medic yang akan terus berpatroli di area lintasan. 

Jika di awal rute pos medis berjarak setiap 2 hingga 2,5 kilometer, perlakuan khusus akan diterapkan pada kategori Half Marathon. 

Di atas kilometer 15 yang merupakan titik-titik kritis bagi stamina pelari, jarak pos dan pengawasan mobile medic dipersempit menjadi setiap 1 hingga 1,5 kilometer saja.

"Apabila pelari merasa kurang enak badan di tengah trek dan pos medis masih jauh, segera hentikan lari dan hubungi petugas marshal terdekat. Semua marshal kami terhubung langsung dengan tim medis eksekusi cepat dan command center tenda medis utama," tambah dr. Tommy. 

Bagi peserta yang tidak bisa melanjutkan race, tim evakuasi akan membawa mereka ke pos medis terdekat sebelum diantar menuju Race Village.

Proteksi maksimal sejatinya telah berjalan sejak masa registrasi melalui skrining kuesioner kesehatan (PAR-Q). 

Baca Juga: Dari Guru hingga Sahabat Masa SMA, RPC GFR 2026 Jadi Ajang Reuni Lintas Generasi

Peserta yang terindikasi masuk kategori kuning atau merah akan difasilitasi pemeriksaan kesehatan gratis (free Medical Check Up) untuk mengetahui lebih lanjut kondisi mereka tak jauh sebelum race.

Puncaknya di area start dan finish Tugu Pahlawan Surabaya, sebuah tenda medis utama dilengkapi fasilitas Mini ICU dari RS Mayapada beserta dokter spesialis jantung dan anestesi akan siap siaga. 

Tenda medis penunjang pemulihan pascafinis juga disediakan di area dalam dekat refreshment untuk memfasilitasi kebutuhan stretching pelari pascaberkompetisi.

Bagi para peserta, Race Pack Collection di GOR Pancasila ini akan resmi ditutup pada hari Sabtu, 27 Juni 2026 tepat pada pukul 20.00 WIB. 

Di hari pelaksanaan, ajang lari yang berlangsung di Tugu Pahlawan Surabaya ini siap menghadirkan persaingan sengit di empat kategori berbeda. 

Kategori Half Marathon akan menjadi pembuka jajaran pelari yang melakukan start paling awal pada pukul 05.00 WIB.

Tak lama berselang, kategori 10K menyusul untuk melakukan start pada pukul 05.15 WIB, dilanjutkan oleh ketatnya persaingan di kategori 5K yang akan dimulai pada pukul 05.30 WIB. 

Sebagai penutup keseruan kategori Family Run dijadwalkan akan melakukan start paling akhir pada pukul 06.15 WIB. 

So, sampai jumpa di garis start Tugu Pahlawan dan selalu pantau informasi terkininya melalui akun Instagram resmi @greenforcerun dan laman greenforcerun.id! (kik)