Seribu Alasan Para Pelari Tetap Berlari Meski Langkah Kaki Mulai Berat

Libur panjang telah usai. Pelari-pelari elite sampai rekreasional mulai memanaskan kaki. Kembali ke lintasan menyusuri jalanan. Melahap beragam menu latihan, interval, speed session, sampai  long run. Semua yang mereka siapkan itu hanya untuk menggapai satu tujuan. Tujuan yang jika dijelaskan pun punya makna beragam.

Mengejar personal best, kualifikasi untuk World Major Maraton, atau kualifikasi race-race tertentu.

Kami bertanya kepada beberapa pelari rekreasional yang mengikuti Surabaya Green Force Run 2026. Pertanyaan sederhana. Apa yang membuat mereka tetap berlari meski kaki-kaki sudah terasa berat untuk melangkah.

Mendaftarkan diri ke sebuah lomba lari adalah bukti bahwa para pelari telah menang atas diri mereka sendiri. Kok bisa? Tantangan melahap jalanan memang tidak mudah. Setiap langkah merupakan pertaruhan. Nafas dan stamina beradu dengan aspal. Hingga muncul sebuah keraguan, akankah garis finis bisa dicapai?

“Buat saya, lari itu menyembuhkan. Menyembuhkan luka-luka batin dengan berlari. Sejauh ini juga cukup manjur,” kata Ignatius Oktavian, pelari rekreasional sekaligus seorang pengajar.

Vian mendaftar di kategori Half Marathon untuk Surabaya Green Force Run 2026. Nantinya itu bakal menjadi pengalaman pertamanya menjelajah jarak sejauh 21,0975 kilometer.

“Alasan daftar sih karena sudah pernah lari sejauh 10K. Jadi pengin menantang diri aja. Sejauh apa sih batasan dalam diri saya ini waktu berlari,” terangnya.

Jika Vian ingin mengetahui batasan dirinya ketika berlari, Afriyanti Debora Tambunan, pelari asal Surabaya, sedikit berbeda. Tujuannya terus berlari hanya untuk tetap menjaga tubuh tetap sehat.

“Awalnya kakak yang ajak buat lari. Pendek-pendek saja jaraknya nggak sampai 10K, tapi lambat laun jadi ketagihan,” cerita Afri -sapaan karibnya.

Menariknya, Afri didaftarkan oleh pasangannya untuk berlari di kategori 5K Surabaya Green Force Run 2026.

“Nggak bilang apa-apa, tiba-tiba didaftarkan. Dikirim bukti bayarnya. Walaupun cuman 5K, Mau nggak mau harus berlatih ini,” tambahnya.

Ada begitu banyak alasan di balik para pelari tetap berlari meski kaki-kaki terasa berat.

Satu-satunya alasan pasti yang bisa diwartakan adalah setiap langkah menjadi bagian dalam sebuah cerita. Dan setiap kilometernya merupakan memori yang ditangkap dan dirasakan.

Pendaftaran Surabaya Green Force Run 2026 masih dibuka. Ini saat yang tepat untuk merasakan langsung pengalaman tak ternilai berlari dan terkoneksi dengan denyut kehidupan Kota Surabaya. Pendaftaran bisa langsung dilakukan di website greenforcerun.id.

Seluruh informasi Surabaya Green Force Run 2026 bisa juga kalian cek di akun Instagram Green Force Run (@greenforcerun).