Olahraga lari kian menjadi gaya hidup perkotaan. Salah satu indikasi yang mudah terlihat adalah meriahnya berbagai event lari di kota-kota beberapa tahun belakangan. Salah satu event lari yang dinanti di Surabaya adalah Surabaya Green Force Run 2026.
Pada penyelenggaraan kelima, Green Force Run menggaungkan semangat “Lebih dari Lari”. Semangat mengajak para peserta untuk bukan hanya sekadar berlari, melainkan juga merayakan hal-hal kecil dan pencapaian-pencapaian pribadi di garis finis nanti.
Ajang Green Force Run juga menjadi tempat Lilik Kurniawati, kategori 5K, berkumpul dengan teman-teman satu angkatan. Bukan, bukan satu angkatan di bangku sekolah. Teman satu angkatan berlari di Lapangan KONI Surabaya.
“Saya sama teman-teman ini kenalnya ya waktu lagi olahraga. Awalnya ya saya olahraga sendiri. Terus kenal satu sama lain dan jadi dekat. Ikut ini juga jadi ajang buat merayakan pertemanan kita yang random ini,” ujarnya.
Itu menjadi alasan di balik Lilik Kurniawati memilih kategori 5K. Padahal pada tahun lalu ia mendaftar di kategori 10K, “Biar bareng-bareng sama yang lain sih. Kebetulan di GFR nanti semuanya ikut jadi ya sekalian aja seru-seruan bareng,” ungkapnya.
Lari membawanya membuka pintu relasi baru yang semakin luas. Membuatnya semakin bersemangat untuk berolahraga di usia yang tak lagi muda.
Baca juga: Ambil Racepack GFR 2026, Bonek-Bonita Kompak Pakai Jersey Kebanggaan!
“Saya sama teman-teman ini satu angkatan, sama-sama usianya menuju usia 50 tahun. Pastinya asenang waktu dapat teman satu angkatan yang semangat buat olahraga. Jadi semangatnya itu menular,” ceritanya.
“Buat saya di usia yang nggak lagi muda, olahraga itu penting. Biar nanti kalau sudah tua itu nggak jompo banget. Biar nggak ngerepoti orang lain juga,” sambungnya.
Jika Lilik Kurniawati mendapat banyak teman baru di lari, Cecilia Widjaja, pacer Green Force Run 2026 kategori Half Marathon, berbeda. Lari baginya adalah perjalanan spiritual. Bukan hanya sekadar semakin kenal dengan diri sendiri saja.
“Waktu lari itu kan pasti ada perasaan buat pengin menyerah. Pengin buat berhenti aja. Nah, di momen itu aku berusaha buat menguatkan diri. Bisa kok ini bisa. Buktinya aku ternyata bisa,” ungkapnya.
Cecilia Widjaja, menjadi salah satu pacer di Surabaya Green FOrce Run 2026
“Lari itu melatih mental. Ngajarin kita buat jangan gampang menyerah sama bikin kita semakin kenal sama diri sendiri,” sambungnya.
Ngomong-ngomong soal mengenal diri sendiri, pelajaran berharga yang ia dapat dari lari ada pada ajang Green Force Run 2024. Kala itu namanya terdaftar di kategori 5K. Sayang, langkahnya terhenti di kilometer-kilometer akhir.
“Tahun 2024 itu aku DNF. Bagi sebagian orang mungkin 5K itu mudah. Padahal ya engga. Dari sana aku belajar buat harus benar-benar mempersiapkan diri. Kalau badan nggak fit ya jangan dipaksakan,” kenangnya.
Muhammad Afif Junaidi, peserta kategori 5K, juga punya sudut pandang lain dari ajang Green Force Run 2026. GFR 2026 bukan hanya lomba lari yang diselenggarakan oleh Persebaya dan berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Surabaya saja.
“Dampak positifnya itu nggak cuman dirasakan sama peserta atau penggemar Persebaya. Tapi ini secara keseluruhan dalam lingkup yang lebih luas,” ungakp Afif.
Bahkan, Afif sempat takjub ketika mengetahui salah satu aktivitas pra-event GFR diselenggarakan di Jakarta.
“Kagum sih sama acara itu. Sangat luar biasa, jadi bukti kalau orang yang suka Persebaya itu nggak cuman dari Surabaya. Tapi dari luar Surabaya. Ini juga bisa jadi contoh klub-klub lain,” ceritanya.
Sebagai seorang Bonek, ia memang selalu menyempatkan diri untuk bisa mengikuti kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh Persebaya.
Afif Junaidi berfoto dengan anak tercinta di photobooth yang ada di Surabaya Green Force Run 2026
“Saya sempat sedih waktu tahun lalu nggak bisa ikut. Harapan saya kegiatan ini harus ada setiap tahun. Kalau bisa semakin besar dan semoga semakin sustainable,” tandasnya.
Ada banyak alasan para peserta mengikuti Green Force Run 2026. Minggu, 28 Juni nanti menjadi perayaan para pelari di sepanjang rute. Semoga tekadnya tercapai dan langkah kaki mengantar pada kejayaan.(*)