Keseruan di Race Pack Collection GFR 2026

Cerita di Balik Para Debutan Half Marathon Surabaya Green Force Run 2026

Penyelenggaraan Surabaya Green Force Run 2026 sebentar lagi dimulai. Mulai Rabu, 24 Juni sampai Sabtu, 27 Juni para peserta diwajibkan untuk mengambil paket perlombaan (Race Pack Collection) di GOR Pancasila Surabaya.

Memasuki penyelenggaraan tahun kelima, Surabaya Green Force Run 2026 semakin punya daya tarik tersendiri bagi para pelari. Apalagi sejak tahun lalu rute half marathon dan 10K selalu disertifikasi oleh PASI.

Proses pengecekan dan verifikasi rute dari PASI ini menjadi simbol dari keseriusan Green Force Run dalam menyelenggarakan event lari. Apalagi di Surabaya nggak semua event lari yang melakukan sertifikasi rute ke PASI.

Rute Surabaya Green Force Run 2026 juga relatif landai. Nggak banyak jalan berbelok dan melewati titik-titik yang jauh dari persimpangan. Hal ini memudahkan para pelari untuk bisa mencetak catatan waktu terbaiknya. Alasan ini pula yang membuat beberapa pelari penasaran. Termasuk bagi para debutan di Surabaya Green Force Run 2026.

Salah satunya adalah Bayu Ocktaviandy, pelari rekreasional dari Surabaya. Tahun ini ia tertantang untuk menamatkan rute half marathon Surabaya Green Force Run 2026. Padahal, pada penyelenggaraan tahun lalu ia mendaftar di kategori 5K.

“Benar, besok (MInggu, 28 Juni) itu bakal jadi virgin half marathon-ku. Melihat konsistensi lariku sepanjang tahun lalu yang bikin aku memutuskan buat mencoba half marathon,” ujarnya.

Tak ada target khusus di balik perjalanan virgin half marathon Bayu di Green Force Run. Ia hanya ingin menikmati hasil dari proses yang telah ia bangun sejak lama.

“Aku ingin mengukur kemampuan sih. Karena selama ini latihan juga paling jauh cuman 10K. Tapi, jadwal latihan yang aku susun juga terbilang disiplin,” ungkapnya.

Baginya lari bukan hanya sekadar olahraga. Saat berlari, Bayu merasa ada bentuk apresiasi dalam diri. Apresiasi karena telah melawan rasa malas dan mau untuk bergerak

“Buat aku, lari itu sebagai bentuk self reward untuk tubuhku. Karena sejauh ini sudah dikasih tubuh yang sehat. Aku merawatnya dan mengapresiasinya ya lewat berlari,” terangnya.

Jika Bayu langsung naik kelas dari kategori 5K ke half marathon, Arif Wahyudi sedikit berbeda. Pada dua penyelenggaraan Green Force Run namanya selalu terdaftar di kategori 10K. Tahun ini ia ingin sesuatu yang baru. Sesuatu yang menantang. Berlari sejauh 21.0975 kilometer untuk pertama kalinya.

“Saya sudah dua kali ikut GFR. Selalu ikut yang 10K. Tahun ini pengin yang menantang. Karena merasa tubuh juga bisa, ya sudah debut aja lah di kategori half marathon,” ungkap Arif Wahyudin.

wahyudiArif Wahyudi berfoto dengan rute half marathon yang akan ia tamatkan pada Minggu, 28 Juni 2026

Di tengah padatnya jadwal pekerjaan menjadi seorang kondektur di PT KAI (Kereta Api Indonesia), ia selalu menyempatkan untuk membawa sepatu dan juga jersei lari ketika bertugas keluar kota.

“Kalau lagi perjalanan ke Semarang atau Jember gitu ya saya bawa sepatu lari sama jersei. Jadi waktu tiba di kota tujuan kan baliknya pasti sore atau malam. Nah, itu saya sempatkan lari 5 sampai 7 kilometer,” ceritanya.

Saat race day nanti Arif diharuskan untuk tiba di stasiun Surabaya Pasar Turi pada pukul 13.00 WIB untuk memulai perjalanan sebagai kondektur. 

“Minggu itu jadwal piket saya. Kalau secara hitung-hitungan masih nutut sih. Jadinya nanti bekerja dalam keadaan selesai virgin half marathon, Mas,” terangnya.

Semoga keberhasilan menjadi milik para pelari yang telah mengorbankan waktu, tenaga, dan biaya untuk mempersiapkan diri. Jer Basuki Mawa Beya.